Yasmin Wiwid : Kini Jadi Desainer Ternama Asal Lampung, Ini Biodatanya

infogeh.net, Lampung – Widyastuti Murniasih Ryantini adalah desainer asal Lampung yang memiliki brand Yasmin Wiwid. Perempuan kelahiran Sekampung, 18 Juli 1995 ini, memulai kariernya sejak Januari 2015 silam. Saat itu, ia membangun brandnya sendiri bertajuk Yasmin Wiwid.

Ekskul Tata Busana

Sejak kecil, Wiwid sudah tertarik pada dunia fashion. Ia menyenangi busana-busana yang unik kemudian memadupadankannya. Sampai di bangku SMP, Wiwid muda mulai belajar menjahit dari sang ibu. Hobi tersebut terus berjalan hingga SMA. Ia pelajari lebih dalam terkait jahit-menjahit di ekskul tata busana. Dulu, karya pertamanya adalah tunik dan legging.

Jahitannya sempat alakadarnya karena belum banyak berlatih. Meski begitu, ia tak goyah. Justru lebih aktif membuatkan baju untuk para anggota keluarganya. Kemudian wiwid melanjutkan pendidikannya ke Fashion Design & Pattern Drafting Esmod Jakarta. Di sana, ia digembleng cara memproduksi karya sampai pemasaran.

Wiwid mengungkapkan, hal menarik yang ia rasakan selama menjadi fashion designer adalah bebas dari rutinitas menjenuhkan. Ia dituntut terus berkreasi, mengikuti tren busana saat ini, dan berkarya secara kreatif.

Yasmin Wiwid

Label milik Widyastuti Murniasih Ryantini yang bertajuk Yasmin Wiwid, secara garis besar memproduksi busana-busana muslim. Terutama, busana untuk perempuan, seperti dress, celana pallazo, kullot, dan lain-lain. Ia mengusung konsep modern dan etnik. Unsur etnik yang dirujuk adalah budaya Lampung, yakni sulam usus, tapis, serta batik Lampung.

Ibu satu anak ini beralasan, ingin melestarikan budaya lokal lewat karya-karyanya. Hal ini tak terlepas dari para pendahulunya yang menginspirasi. Satu di antaranya Anne Avantie. Beliau mampu membuat kebaya, tetapi tetap tampak modern. Butuh waktu yang beragam dalam membuat sebuah karya.

Wiwid mengatakan, bergantung pada konsep yang digunakan. Sampai saat ini Yasmin Wiwid masih belum memiliki butiknya sendiri. Penjualan difokuskan secara online. Memilih jalan hidup sebagai seorang designer, Wiwid bertanggung jawab dari hulu hingga hilir pembuatan karyanya. Mulai dari konsep, menggambar pola, memotong, menjahit, hingga akhirnya finishing. Saat pengerjaan, Wiwid terus memantau pekerjaan tiap karyawannya. Ia tak ingin, hasil akhirnya tidak maksimal karena kurangnya pengawasan.

Baca Juga Yuk :  Isteri Mendesah, Kode Eksekusi Pengusaha Wajan

Ecoprint

Sejak pandemi, Yasmin Wiwid sempat mengalami golakan penjualan. Karena itu, Wiwid memutar otak menciptakan inovasi baru agar tetap eksis di dunia fashion. Akhirnya pada Mei 2020 silam, ia banting setir menggunakan teknik produksi seni cetak natural atau yang akrab dikenal sebagai ecoprint.

Ecoprint dipilih karena keunikannya dan lebih ramah lingkungan. Bedanya dengan teknik biasa adalah prosesnya yang lebih lama. Produksi satu jilbab bisa sampai 3 hari.

Yang menarik, konsep baru tersebut justru memberikan dampak yang lebih baik. Yasmin Wiwid kebanjiran peminat dan meningkatkan penjualan. Tak butuh waktu lama, Wiwid akhirnya memutuskan untuk terus menggunakan ecoprint sebagai identitas dari labelnya.

1000 Karya

Berkarier sebagai fashion designer selama lebih dari 5 tahun, Wiwid berhasil menelurkan lebih dari 1000 karya. Ia mengaku tak menghitung secara pasti jumlahnya karena sudah terlampau banyak. Wiwid merasa tak pernah kehabisan inspirasi. Biasanya, ia melakukan traveling untuk mencari ide-ide segar atau sekedar browsing lewat internet. Sejauh ini, ada satu karya yang menurutnya paling berkesan.

Di awal kariernya, ia pernah membuat karya yang harus dibordir terlebih dahulu kemudian diolah hingga selesai. Karya tersebut sampai memakan waktu hingga 3 bulan lamanya. Namun, setelah dipamerkan di fashion show, tanpa disangka dibeli oleh Ibu Gubernur Lampung. Selain itu, karyanya juga dipakai oleh Ibu Bupati Mesuji. Ia mengatakan, saat memproduksi karya, yang paling penting adalah kenyamanan dan terjangkau.

Dilirik Pasar Brunei

Beberapa waktu silam, Wiwid sempat mengadakan pameran di negara tetangga, Brunei Darussalam. Warga lokal di sana ternyata amat menyenangi konsep tapis yang dia usung. Di samping itu, selebgram lokal juga sempat meramaikan.Menyasar pasar luar negeri ia katakan memang memiliki karakter tersendiri.Jika di Lampung terbiasa mengenakan pakaian yang terkesan glamour, maka warga negara lain lebih memilih sesimpel mungkin.

Baca Juga Yuk :  Viral Supir Truk Adu Mulut Dengan Petugas yang diduga Lakukan Pungli di Lampung Timur

Meski begitu, Wiwid lebih membidik negara-negara sesuai jenis produknya yakni busana muslim. Sejauh ini, Wiwid sudah berpartisipasi di banyak fashion show. Seperti Jakarta dan Lampung. Namun, kini Wiwid menyesuaikan diri pada situasi pandemi.

Di tahun ini pertama kalinya ia mengikuti fashion show secara virtual/daring. Tapi tanpa disangka, antusias dari para penonton tetap sama. Banyak yang tertarik pada karya-karyanya hingga ludes terjual. Wiwid bahkan diminta kembali keesokan harinya untuk memamerkan karyanya.

Ozilicious

Selain menggeluti dunia fashion, Wiwid juga memiliki bisnis lain bertajuk Ozilicious. Ozilicious merupakan produk camilan sale pisang.

Bisnis yang dimulai sejak satu tahun terakhir ini juga sarat akan inovasi. Jika sale pisang lazimya hanya disajikan secara natural, maka Wiwid mengolahnya bersama baluran coklat bubuk serta coklat lumer.

Bersama tim produksi miliknya yang mencapai 5-10 orang, Ozilicious sudah sampai di Kalimantan. Kini, Wiwid sedang mencanangkan produknya tersebut bisa tembus ke minimarket. Ia berharap, ke depannya dapat lebih membawa manfaat bagi sekitar. Seperti menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain lewat seluruh produk-produknya.

Biodata:


1. Nama lengkap: Widyastuti Murniasih Ryantini

2. Nama sapaan: Wiwid

3. Nama brand: Yasmin Wiwid

4. TTL: Sekampung, 18 Juli 1995

5. Nama orang tua: Slamet Ryanto Saputro Ashari dan Tini Susilowati

6. Domisili: Pesawaran, Lampung

7. Riwayat Pendidikan:

– SDN 1 Sumberrejo Lampung Timur

– MTs – MA Diniyyah Putri Lampung

– D1 Fashion Design & Pattern Drafting Esmod Jakarta

– S1 Kewirausahaan Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung

Berita dan informasi ini diterbitklan terlebih dahulu dihalaman resmi Tribun