Waterboom Di Tutup, Warga Sesalkan Sikap Pemerintah Mesuji

GERBANGREPUBLIK.COM – (Mesuji).  Masyarakat di Kabupaten Mesuji mengharapkan a

gar objek wisata hiburan Waterboom Taman Kehati, di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tanjung Raya kembali dibuka. Sebab, banyak masyarakat yang menyayangkan sikap pemerintah daerah setempat yang sudah selama sepekan lebih menutup satu-satunya tempat wisata di bumi serasan segawe itu.

Pasalnya, Waterboom Taman Kehati saat ini memang menjadi kebanggaan masyarakat Mesuji yang haus akan hiburan dan sekian lama tinggal disana tidak memiliki tempat untuk berwisata. Hal ini diungkapkan oleh beberapa tokoh masyarakat dari dua desa yakni Desa Mekar Sari dan Mekar Jaya yang merasa telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Taman Kehati itu.

Seperti diungkapkan Tarno (54) Salah satu tokoh masyarakat Desa Mekar Sari yang sangat menyesalkan penutupan tempat wisata yang baru saja diresmikan pada April lalu itu. Sebab, masyarakat yang sedang bangga dengan adanya Waterboom Taman Kehati yang ini sudah banyak memberikan manfaat khususnya bagi masyarakat Desa Mekar Sari dan Desa Mekar Jaya.

“Ini jelas-jelas akan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat yang sudah terlanjur cinta dengan sarana wisata itu. Sebab, sudah banyak manfaat yang didapat masyarakat seperti adanya lapangan pekerjaan, meningkatnya harga tanah, percepatan pembangunan infrastruktur dan dalam hal memenuhi hasrat untuk berekreasi,”ungkapnya, Sabtu(8/7).

Disamping itu lanjut Tarno, ada hal yang lebih penting yang sangat membuat masyarakat baik di Desa Mekar Sari maupun Desa Mekar Jaya sangat marah apabila sampai tempat wisata yang baru diresmikan pada April lalu itu sampai ditutup. “Sebab, masyarakat merasa sudah menghibahkan lahan seluas sepuluh hektar demi untuk bisa menikmati asas manfaat dengan adanya pembangunan tempat hiburan Waterboom Taman Kehati yang sudah menelan uang rakyat hingga Miliaran rupiah,”lanjutnya.

Sementara itu, Supri Ketua Karang Taruna Desa Mekar Sari juga menyampaikan hal senada dengan Tarno. Dimana dirinya pun merasa kecewa apabila sampai satu-satunya objek wisata yang ada di Mesuji itu ditutup, karena Waterboom Taman Kehati juga telah memberikan lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemudi di desa tersebut.

“Sekaligus adanya Waterboom ini telah mendongkrak perekonomian masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang, salah satunya istri saya yang juga berjualan kelontongan di depan lokasi Waterboom. Karena banyaknya pengunjung berdatangan baik dari dalam maupun dari luar Mesuji untuk berwisata,”ujarnya.

Masih dikatakan Supri, jika sebenarnya selama ini masyarakat juga tidak pernah merasa keberatan atau mengeluhkan adanya pungutan retribusi tiket masuk sebesar sepuluh ribu rupiah untuk satu orang pengunjung. Karena nilai itu sangatlah tidak sebanding dengan kepuasan yang didapat masyarakat bisa berwisata layaknya masyarakat dikota-kota besar dengan fasilitas yang cukup lengkap dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal.

“Wajar saja kalo menurut saya malah uang itu mungkin tidak sebanding dengan apa yang dinikmati pengunjung. Bahkan mungkin uang yang dihasilkan dari tiket masuk itu tidak cukup untuk biaya perawatan tempat, tanaman, gaji para pekerja, biaya BBM untuk menghidupkan mesin air kolam, membeli pakan ikan, dan pakan untuk berbagai jenis burung yang ada didalamnya,” paparnya.

Sementara Buyani warga Desa Mekar Jaya yang bertugas menjaga pintu gerbang lokasi Taman Kehati menuturkan, akibat ditutupnya tempat rekreasi itu banyak sekali masyarakat kecewa karena sudah jauh-jauh datang bersama keluarga untuk berwisata akan tetapi sampai dilokasi sia-sia karena Waterboom ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Kasian banyak orang yang sudah jauh-jauh datang kemari, seperti tadi ada tiga mobil rombongan warga OKI dan Tulangbawang Barat yang ingin berlibur kesini, akhirnya harus pulang dengan rasa kecewa karena  Waterboomnya ditutup tanpa ada pemberitahuan,”singkatnya.(Kotan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here