Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Nasional Kontes Robot Puspresnas Kemendikbud

infogeh.net, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali mendapat juara di ajang nasional dalam event yang diselengarakan Puspresnas Kemendikbud, Sabtu 21 November 2020.

Tim Krakatau FC Universitas Teknokrat Indonesia meraih juara nasional Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (RSBI) yang digelar secara daring.

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA. mengungkapkan rasa syukur atas diraihnya juara nasional Kontes Robot Sepak Bola Indonesia.

“Juara nasional ini membuktikan, meskipun sedang ada pandemi Covid-19, semangat untuk meraih prestasi tidak surut. Saya berharap ke depannya semangat ini bisa terus terjaga,” tutur Nasrullah, Selasa, 24 November 2020.

Disampaikannya, UTI setiap tahunnya selalu ikut kompetisi nasional, dan sudah kerap kali meraih juara, sehingga SDM yang unggul di UTIsudah sangat matang ketika mengikuti kejuaraan nasional.

“Saya berpesan kepada semua mahasiswa, terus pertahankan gelar juara nasional. Kita pasti bisa, Kuncinya tetap semangat, disiplin, dan terus berjuang,” imbau Nasrullah.

Baca Juga Yuk :  Eva Dwiana Diminta Wujudkan Pembangunan yang Bersinergi

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. mengatakan tim Krakatau FC berhasil menyisihkan peserta dari 15 universitas di seluruh Indonesia.

“Universitas Teknokrat menjadi juara nasional setelah menyandang juara dua kategori lomba lari, mengalahkan Tim Ichiro dari Institut Teknologi 10 November Surabaya pada semifinal,” ungkapnya.

Selain itu, Tim Teknokrat juga didapuk menjadi Juara 3 Kategori Menggiring Bola, setelah mengungguli Tim Balerang FC dari Politeknik Negeri Batam.

“Pada ajang kejuaraan nasional yang digelar secara daring oleh ITB dan Kemdikbud RI tersebut, Tim Krakatau FC berhasil lari dengan cepat mengungguli Robot humanoid lain pada saat menyusuri medan perlombaan, dan berhasil menggiring bola dengan cepat. Ketika kerjasama robot, berhasil cepat membuat bola gol ke gawang,” jelas Mahathir.

Meski sempat terkendala sinyal pada saat jalannya perlombaan, namun tidak menghambat perjuangan Tim Karakatau FC UTI. Mahathir bersyukur atas capaian prestasi ini.

Baca Juga Yuk :  Eva Dwiana Diminta Wujudkan Pembangunan yang Bersinergi

“Kontes Robot Sepak Bola Indonesia tahun ini bisa dikatakan tidak mudah, karena dilakukan secara online. Adanya gangual sinyal membuat instruksi dari juri terlambat diterima. Namun untuk robotnya sendiri tidak ada kendala, karena sudah dipersiapkan dengan maksimal,” jelasnya.

Sementara, Pembimbing Tim Krakatau FC Maulana Aziz menyebut empat robot yang digunakan dalam RSBI tersebut terdiri dari tiga robot regenerasi dan satu robot baru.

“Persiapan robot baru membutuhkan waktu 1,5 bulan. Pembuatan paling lama rangkanya, satu bagian bisa berjam-jam, dan kalau gagal harus diulang lagi dari awal. Kalau robot regenerasi, persiapan tidak lama. Kurang dari satu minggu robot itu sudah selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pengulangan pembuatan juga harus dilakukan ketika sedang membuat rangka, tiba-tiba mati lampu, karena setelah lampu hidup kembali pembuatan rangka tidak bisa dilanjutkan.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Tribunlampung