Turun Drastis!! Peternak Ayam Rugi Rp 3.000 dari Tiap Kilogram Telur yang Dijual

infogeh.net, Nasional – Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi, mencatat saat ini harga telur ayam di tingkat peternak secara nasional turun drastis menjadi Rp 16.000-Rp 17.000 per kilogram (Kg). Harga tersebut jauh di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 19.000 – Rp 21.000 per kilogram.

“Artinya saat ini kita rugi Rp 3.000 per kilogram nya. Dengan harga antara Rp 16.000 – Rp 17.000 ini jauh di bawah HET,” tuturnya saat dihubungi Merdeka.com, Kamis (28/1).

Dia mengungkapkan penyebab anjloknya harga jual telur di pasaran murni diakibatkan oleh penurunan serapan pasar di wilayah Jabodetabek dan Bandung.

“Yang harus diluruskan terkait anjloknya harga telur ialah turunnya serapan di daerah Jabodetabek dan Bandung. Itu pemicunya,” tegasnya.

Konsumsi Telur Jabodetabek dan Bandung Capai 60 Persen Kebutuhan Nasional
Sebab, kata Musbar, selama ini Jabodetabek dan Bandung menjadi daerah penyumbang penjualan telur tertinggi di Indonesia. Yakni mencapai 60 persen dari produksi telur nasional.

“Kenapa bisa sampai 60 persen. Karena di kedua wilayah itu banyak aktivitas sosial dan ekonomi otomatis konsumsi akan telur akan lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya,” jelasnya.

Adapun faktor penyebab turunnya serapan telur di pasar Jabodetabek dan Bandung tak lepas dari berbagai pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial yang dilakukan secara estafet selama pandemi Covid-19 berlangsung. Sehingga membuat pergerakan konsumen menjadi terbatas dan kemampuan daya beli masyarakat tak kunjung pulih.

“Seperti sekarang nih, ada PPKM di perpanjang mulai 26 Januari – 8 Februari, setelah sebelumnya PSBB. Ini otomatis ibu-ibu jadi terbatas ke pasar dan membuat daya beli juga terus tertekan,” terangnya.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi merdeka.com