Terungkap ! Pembunuhan Sadis Bayi di Lampung, Inilah Faktanya

infogeh.net, Bandar Lampung – Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap seorang bayi perempuan berusia 9 bulan berinisial KSR di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Polisi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan bayi malang tersebut. Keduanya yakni Ibu kandung korban berinisial AO (35), dan MA (40) yang merupakan pria selingkuhan ibu korban.

Berikut faktanya:

1. Tewas dengan Luka Lebam

Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan di Bandar Lampung ditemukan meninggal dunia di kamar rumah neneknya di Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

Saat ditemukan meninggal dunia, terdapat sejumlah luka lebam di tubuh bayi malang tersebut. Peristiwa tewasnya bayi malang itu diketahui pihak keluarga pada Sabtu (6/2/2021) malam sekitar pukul 24.00 WIB.

Nenek korban, Juwarni mengatakan sebelum ditemukan tewas, korban awalnya dibawa pergi ibu kandungnya berinisial AO pada Sabtu sore. Saat itu, ibu korban berpamitan hendak menginap ke rumah kerabatnya.

Kemudian, pada malam harinya, AO kembali pulang sambil menggendong korban pada sekitar pukul 24.00 WIB. Juwarni dan keluarga mengaku sempat curiga lantaran ibu korban saat itu terlihat seperti terburu buru dan kemudian pergi meninggalkan rumah.

“Katanya mau nginep di tempat saudara, tapi ternyata malam jam 12.00 pulang. Saya kaget kan, terus dia (AO) buka pintu,” kata Juwarni, Minggu (7/2/2021).

Tak lama kemudian, kata Juwarni, AO pergi dari rumah dan meninggalkan korban di dalam kamar. Keluarga yang merasa curiga lantas melihat ke dalam kamar dan menemukan bayi malang tersebut sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka lebam di tubuhnya.

“Mulutnya biru, hitam-hitam semua, kayak habis jatuh. Perut sama di dada juga hitam-hitam,” kata Juwarni, Minggu (7/2/2021).

2. Ibu Korban Sempat Hilang Tanpa Kabar

Pasca-kejadian itu, ibu korban berinisial AO hilang tanpa kabar. AO pergi meninggalkan korban di dalam kamar rumah mertuanya itu.

Jasad bayi malang tersebut kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Baca Juga Yuk :  Prihatin Keadaan, Bupati Lamsel : Mari Giatkan Lagi Gotong royong

Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap kasus tewasnya bayi malang itu. Polisi awalnya belum bisa menyimpulkan sebab kematian bayi malang tersebut karena masih mencari ibu korban.

“Kami masih melakukan pendalaman apakah ini betul motif pembunuhan. Sampai saat ini kami masih belum simpulkan karena masih dalam tahap pencarian terhadap ibu korban,” kata Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Hari Budianto, Senin (8/2/2021).

BACA JUGA : Sadis ! Ibu dan Selingkuhan Cekoki Bayinya hingga Tewas

Terkait luka lebam di tubuh korban, Kapolsek mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. “Sambil menunggu hal itu, penyidik masih dalam tahap penyelidikan dan mudah-mudahan segera kita amankan ibu korban,” ungkap Kapolsek.

Menurut Hari Budianto pihaknya juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kasus tewasnya bayi berusia 9 bulan tersebut. “Sudah beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan, baik suaminya maupun ibu mertua atau saksi yang banyak melihat,” pungkasnya.

3. Polisi Amankan Pelaku di Lokasi Berbeda

Kasus pembunuhan bayi tersebut akhirnya terungkap. Polisi mengamankan dua orang terduga pelaku yakni ibu kandung korban berinisial AO (35) dan pria selingkuhannya berinisial MA (40). Keduanya diamankan di lokasi berbeda pada Senin (8/2/2021).

Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Hari Budianto mengatakan pihaknya lebih dahulu mengamankan pelaku MA di rumahnya di Kelurahan Talang, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

Kemudian, setelah dilakukan pengembangan, polisi mengamankan AO yang disembunyikan di Kampung Suban, Batu Sulu, Lampung Selatan, pada Senin (8/2/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Usai dilakukan pemeriksaan, keduanya ditetapkan polisi sebagai tersangka pembunuhan bayi malang tersebut. Menurut Kapolsek kedua tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 4 UU Perlindungan Anak dan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

4. Pembunuhan Sudah Direncanakan

Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Hari Budianto mengatakan pembunuhan terhadap bayi tersebut sudah direncakan para pelaku sejak tiga bulan sebelumnya.

Baca Juga Yuk :  BREAKING NEWS, Mahasiswa FMIPA Unila dikabarkan Hilang

Pelaku gelap mata menghabisi nyawa bayi malang tersebut lantaran merasa malu dan takut skandal perselingkuhan mereka diketahui. Kedua pelaku telah memiliki hubungan asmara sejak korban masih berusia 5 bulan di dalam kandungan.

Setelah sang bayi lahir, beredar kabar jika wajah korban mirip dengan MA, selingkuhan sang ibu. Untuk menutupi jejak skandal perselingkuhan itu, para pelaku pun merencanakan menghabisi nyawa korban.

“Pelaku merasa malu karena takut ketahuan terjadi perselingkuhan antara mereka. Sehingga, pelaku atas nama MA ini sudah mulai ketakutan. Dia takut ketahuan istri dan keluarganya kerena anak (korban) dari pelaku kedua atas nama AO (ibu korban) ini hampir mirip mukanya,” kata Hari Budianto di Mapolsek Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Selasa (9/2/2021).

“Yang bersangkutan (pelaku MA) kemudian punya rencana untuk menghabisi nyawa anak (KSR) daripada pelaku kedua (AO) sejak tiga bulan sebelumnya,” lanjut Kapolsek.

5. Korban Diberi Ramuan hingga Kejang

Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Hari Budianto mengatakan pelaku menghabisi nyawa korban dengan memberikan secara paksa ramuan gula merah yang dicampur dengan asam jawa dan minyak fanbo. Akibatnya, korban mengalami kejang.

Pelaku MA kemudian menekan paksa hidung korban hingga memar dan menutupnya dengan tangan. “Sehingga korban kehabisan nafas dan meninggal dunia,” kata Kapolsek, Selasa (9/2/2021).

Setelah korban meninggal dunia, kedua pelaku sempat berputar-putar karena panik. Kemudian, pelaku AO meniitipkan korban ke rumah mertuanya di Kelurahan Talang, Bandar Lampung.

Menurut Kapolsek pelaku MA mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan dan kekerasan terhadap korban berinisial KSR bersama dengan tersangka AO yang tak lain adalah ibu kandung korban. Sedangkan AO mengaku dirinya dijanjikan masa depan yang cerah dan akan dinikahi jika mengikuti kemauan MA.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampung77