Ternyata Penjaja Gulali Hasilnya Menjanjikan

GERBANGREPUBLIK.COM – (Pesawaran). Mencari nafkah itu bisa dimana saja selagi ada kemauan, hal ini mungkin yang ada di benak Joko Warga Bagelen Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran.

”  Saya berasal dari Malang Jatim, dan sudah 3 tahun menekuni usaha jual gulali alhamdulillah penghasilannya lumayan karena tidak ada saingan,” ujarnya,Sabtu (20/5/2017).

Kepada gerbangrwpublik.com, Joko yang mengaku merantau sudah tiga tahun di Kabupaten Pesawaran Lampung, alasannya istri yang sudah memiliki 2 anak berasal dari Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu .

“Alhamdulillah saya sudah memiliki rumah di Desa Bagelen Kecamatan Gedung Tataan Pesawaran,” tambahnya.

Seperti yang di tuturkan Joko, dagang keliling menjajakan jenis makanan gulali memang sudah di tekuninya sejak masih di Pulau Jawa, bahkan pembeli di sana dari kalangan SD hingga SMA dengan harga yang lebih mahal di bandingkan dengan yang di jual di Pesawaran.

Gulali yang di jajakan di Pesawaran dengan harga Rp 3000 hingga Rp 5000 per satuannya.

Meski tidak mengaku secara terang – terangan Joko tidak membantah saat di tanya penghasilannya dalam sehari mencapai Rp 200.000 hingga Rp 300.000,  bahkan dirinya juga mengatakan kalau jenis jajanan ini bukanlah jenis jajanan yang baru melainkan jenis makanan yang di buat berbagai bentuk mainan merupakan ciri khas jajanan orang Indonesia yang sudah mulai menghilang terutama di Lampung.

” saya tidak pernah bertemu dengan penjualnya mainan sekaligus makanan seperti ini, kalau di Pulau jawa masih banyak,” tambahnya lagi.

Menurutnya lagi, Untuk cara membuat gulali tidak sulit, karena bisa melihat di google  dan bisa praktekkan langsung cara pembuatannya.

” kalau membuat pola mainan tidak boleh terlalu lama, karena bahannya mudah mengering. seharusnya sih saat membuat harus berada di dalam ruangan tertutup dan tidak boleh kena angin, oleh karenanya saya di rumah sudah menyiapkannya,” tutupnya.

Di tambahkannya,  selain tidak menambahkan bahan yang berbahaya untuk kesehatan, dirinya juga memiliki bukti surat dari Dinas Kesehatan yang di bawa dari Pulau Jawa, yang menyatakan gulali buatannya tidak di dicampur formalin .(red)

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here