Terharu! Kisah Dokter Covid-19 di Lampung, Khawatir Temui Keluarga Hingga Berat Badan Turun

infogeh.net, Lampung – Pasien terkonfirmasi Covid-19 di Lampung terus bertambah. Hingga kini terdapat 38 pasien sudah terkonfirmasi. Dalam pandemi seperti ini tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan penyebaran virus korona. Setiap hari mereka mesti melakukan kontak langsung dengan pasien terjangkit.

Hal tersebut membuat mereka khawatir saat bertemu keluarga di rumah. Seperti yang dirasakan oleh dr Sukarti SpP. Ia selalu membayangkan protokol keamanan yang diterapkan. “Saat sampai rumah saya langsung membayangkan ada protokol yang salah atau tidak, tadi melepas APD sudah benar belum, ya begitu-begitu,” ungkapnya kepada lampost.co.

Terlebih saat awal kemunculan pandemi itu di Lampung. Ia mesti bekerja 5 jam tanpa henti memastikan pasien-pasien dalam keadaan baik. Dokter spesialis paru itu juga mengungkapkan tak selalu mendapat APD lengkap. Kadang ia hanya menggunakan jas hujan saat memeriksa pasien di ruang isolasi. “Kalau pakai jas ujan kita lebih khawatir, karena kita tidak tahu kwalitasnya seperti apa,” tuturnya.

Hampir setiap hari ia melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Dalam penanganan pasien, Sukarti bersama dokter lainnya membuat jadwal bergantian dalam 2 hari sekali. “Kita juga kan harus menjaga kestabilan kesehatan, untuk pasien di Lampung tidak terlalu banyak,” kata dia.

Setiap hari dirinya mesti memakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Bahkan berat badannya sempat turun hingga 2 kilogram akibat menggunakan baju hazmat. “Baju hazmat itu kan panas, berat badan saya sampai turun karena terlalu lama gunakan baju hazmat,” kata dia.

Namun begitu, ia tak pernah berpikir untuk lari dari pekerjaan, meski bisa saja mengorbankan kesehatan bahkan nyawanya. Hal itu karena ia berpegangan pada tanggung jawabnya sebagai tenaga kesehatan. “Ini merupakan tanggungjawab saya sebagai tenaga kesehatan, saya tak bisa meninggalkannya,” ungkapnya.

Ia mengaku heran ketika pergi ke tempat-tempat umum. Seperti tak ada yang ditakutkan. Banyak masyarakat tak menggunakan masker, tidak menjaga jarak, batuk sembarang, dan lain sebagainya. “Kadang saya lebih terancam beraktifitas ditempat umum ketimbang di rumah sakit,” tuturnya.

Sebagai tenaga medis yang menangani langsung pasien terkonfirmasi Covid-19, ia harap masyarakat mampu meningkatkan kesadaran akan kesehatan. Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Mari kita saling bahu-membahu untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19 di Lampung,” pungkasnya.

Berita dan Inforamsi ini sudah diterbitkan dihalaman resmi lampost.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here