Terbukti, Oknum P2PTP2A Lamtim Vonis di Penjara dan Kebiri Kimia

infogeh.net, Sukadana – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukadana Lampung Timur memvonis 20 tahun penjara, terhadap salah satu oknum UPT Pusat Pelayanan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2PTP2A) Lampung Timur bernama Dian Ansori.

Ia dinyatakan terbukti bersalah, karena mencabuli anak dibawah umur berinisial NV (13).

“Terdakwa Dian Ansori dinyatakan terbukti bersalah melakukan pencabulan anak dibawah umur. Dengan ini menjatuhkan pidana 20 tahun penjara dan denda Rp800 juta, subsider tiga bulan kurungan penjara,” tutur Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sukadana Lampung Timur Eti Purwaningsih, Selasa (9/2/2021).

Selain itu, terdakwa juga dijatuhi hukuman kebiri kimia dalam jangka waktu satu tahun, setelah putusan mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah) setelah terdakwa menjalani tindak pidana pokok, untuk mengeksekusi hukuman kebiri. Terdakwa juga diwajibkan untuk membayar restitusi kepada korban senilai Rp7,7 juta.

“Terdakwa diberi waktu 30 hari untuk membayar restitusi tersebut kepada korban. Jika tidak membayarkannya, maka akan diberikan surat peringatan, jika tidak diindahkan maka harta terdakwa akan disita,” ujar Eti Purwaningsih.

Dian Ansori dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Junto pasal 76 d Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-udang nomor 22 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Ada pun pertimbangan hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mengakui perbuatannya, sebagai anggota UPT P2PTP2A Lampung Timur seharusnya terdakwa menjadi pelindung korban tapi terdakwa malah mencabuli korban. Kemudian Majelis Hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa, untuk menanggapi putusan tersebut.

Sebelumnya vonis yang diberikan Majelis Hakim ini lebih berat, dari tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dimana saat itu JPU menuntut hukuman pidana penjara 15 tahun dengan denda Rp800 juta, subsider tiga bulan kurungan penjara, dan membayar restitusi kepada korban Rp22,3 juta atau diganti kurungan penjara enam bulan.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampungpro