Soroti Harga Singkong di Tulang Bawang, Anggota DPRD Lampung Veri Agus Berikan Solusi

infogeh.net, Tulang Bawang – Anggota DPRD Provinsi Lampung Veri Agus HTB soroti permasalahan harga singkong yang terjun bebas sejak pertengahan akhir tahun lalu. Hal ini disampaikan, saat mendengar keluhan petani singkong di tiga kabupaten yakni Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji dalam Reses awal tahun 2021.

“Banyak keterbatasan yang dihadapi petani, hingga memicu rentetan permasalahan yang terjadi selama ini. Keterbatasan dalam memasarkan produk, serta panjangnya rantai distribusi turut membelenggu petani,” beber Veri Agus HTB.

Veri menilai, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar dimana ia berharap pemerintah dapat mewujudkan kesejahteraan petani dengan bantuan teknologi. Untuk mendorong pemasaran, petani dapat mengiklankan produknya di website dan aplikasi kekinian, agar dapat menjangkau pembeli diseluruh Indonesia.

“Saya berharap dengan metode ini, dapat membantu petani dan pembeli dalam memangkas rantai distribusi yang begitu panjang, hingga petani dapat menjual hasil keringatnya dengan harga layak. Jika komoditas pertanian dan perkebunan, selalu saja mengalami fluktuasi yang merugikan para petani,” ujar Veri Agus.

Baca Juga Yuk :  Damkartan Mesuji Akan Membentuk Relawan Desa

Terkait harga, Veri menyebutkan hal tersebut yang merupakan kepentingan yang lebih besar terkait bagaimana agar masyarakat dapat membeli barang dengan harga murah, bukan hanya berpikir bagaimana menaikkan harga jual hasil pertanian. Ini karena dari pihak pabrik, tentunya selalu berpikir mencari keuntungan.

“Untuk mengatasi persoalan harga yang sering terjun bebas, saya berpendapat hal ini perlu dipertimbangkan untuk mengaktifkan kembali, pabrik-pabrik tapioka di tingkat perdesaan yang berpotensi terhadap hasil pertanian tertentu. Kami berharap setiap desa dapat memanfaatkan Anggaran Dana Desa (ADD), untuk meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan, dan untuk kesejahteraan masyarakat dengan membangun pabrik-pabrik tersebut,” jelas Veri.

Baca Juga Yuk :  Inilah Pelaku Moge yang Menerobos Ring 1 Istana Presiden, Janji Tak Akan Mengulangi Lagi

Pemerintah juga bisa membantu dengan merencanakan pasar untuk pasca produksinya, lalu menyiapkan peta tentang situasi komoditas pertanian untuk setiap wilayah, yang bisa dilakukan Dinas Pertanian. Ia juga meminta petani dan masyarakat, untuk terus mendukung segala upaya pemerintah dalam menjayakan petani.

Pemerintah selalu berusaha melindungi para petani melalui program-program yang selama ini digelontorkan. Saat ini harga singkong di Lampung dalam kisaran Rp600-Rp800/kg. Petani terpuruk, namun pengusaha yang bahan baku pabriknya berasal dari singkong akan untung, sehingga perhitungannya harga singkong Rp700/kg, tetapi harga tepung tapioka di tingkat pengecer Rp 8.000/kg (1.143%).

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampungpro