oleh

Silaturahmi Bersama SMSI, Bupati Banjar Sampaikan Daerahnya Akan Jadi Penyangga Ibu Kota Negara

Banjar  (ZL), —-Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dari berbagai daerah dan pusat, menggelar silaturahmi bersama Bupati Banjar, KH Khalilurrahman. Silaturahmi yang dikemas dalam Ramah Tamah Bupati Banjar bersama Para Jurnalis SMSI ini berlangsung di Mahligai Sultan Adam, pendopo Kantor Bupati Banjar, Jalan Jend A Yani Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (7/2/2020) malam.

“Kami merasa bangga dengan kedatangan kedatangan insan pers, khususnya yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Kami mengucapkan selamat datang di Kota Santri Kabupaten Banjar,” KH Khalilurrahman dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi berbagai kritik dan saran rekan-rekan media yang dinilainya sangat membantu Pemkab Banjar mewujudkan good governance atau pemerintahan yang baik.

Khalilurrahman mengakui Kabupaten Banjar masih perlu banyak belajar sebagai salah satu daerah penyangga keberadaan ibu kota NKRI baru di Kalimantan Timur yang tengah dipersiapkan pemerintah pusat.

Dengan populasinya saat ini mencapai 571.573 jiwa, Khalilurrahman menyebut tiga komoditas unggulan Kabupaten Banjar yang terus dikembangkan yakni perikanan, pertanian, dan pariwisata.

“Produksi ikan Kabupaten Banjar yang terbesar di Kalimantan Selatan, selain menjadi lumbung pangan dan sentra hortikultural,” kata mantan Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Kota Martapura ini.

Bupati berusia 74 tahun ini menambahkan, untuk diketahui, di Indonesia hanya ada di tiga provinsi terdapat sentra melati, mawar dan kenanga, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalsel tepatnya di Kabupaten Banjar meliputi Kecamatan Martapura dan Karang Intan.

Potensi wisata di kabupaten ini juga tak kalah menariknya dan beragam. Ada wisata religi, alam hingga budaya. Wisata religi di antaranya yang paling terkenal adalah Makam Syekh Muhammad Arsyad Albanjari di Desa Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Martapura. Potensi wisata lainnya seperti Pasar Apung di Banda, Taman Hutan Raya Sultan Adam, Lembah Kahung, Pulau Nusa, Pulau Pinus, Pulau Bakantan dan Gunung Mawar.

“Dengan melimpahnya sumber alam dan potensi yang dimiliki Kabupaten Banjar, kami meyakini mampu tumbuh lebih baik sebagai penyangga ibu kota negara,” ucapnya.

Namun untuk itu ia berharap dukungan insan pers mempromosikan tentang keindahan dan potensi wisata di Kabupaten Banjar demi kesejahteraan masyarakat. “Karena masih ada bagian dan belum terekspos maksimal,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Banjar pun menyampaikan selamat Hari Pers Nasional 2020. “Semoga pers Indonesia semakin kokoh, inovatif dan dewasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” harapnya.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum SMSI, Firdaus juga menyerahkan surat keputusan pembentukan kepengurusan SMSI Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Jambi disaksikan Bupati Banjar.

Acara ramah tamah ini juga diramaikan hiburan musik panting dari Sanggar Patuah binaan Dinparbud Kebudayaan Pemkab Banjar serta puisi rakyat anonim Madihin.

Disampaikan Firdaus, SMSI telah 3 tahun berdiri. Selam 3 tahun itu, SMSI sudah dipimpin 3 ketua umum, yakni Teguh Santosa, Auri Jaya dan dirinya.

Firdaus menyampaikan kepada perusahaan media agar berbentuk badan hukum dan terverifikasi.

“Bagi media kecil agar terus semangat dan jangan pantang menyerah,” katanya.

“Karena SMSI merupakan organisasi perusahaan, sesuai syarat di Dewan Pers, setiap perusahaan harus diverifikasi,” jelasnya.

Sekarang, sudah mencapai 527 perusahaan yang telah diverifikasi secara faktual.

Tetapi, ucap Ketua Umum SMSI, tidak semua perusahaan yang tergabung dalam SMSI ini sehat dan tidak semua juga mainstream.

“Tidak sedikit anggota SMSI adalah media kecil, yang memiliki modal kecil,” kata Firdaus.

Ia berharap, media kecil tergabung dengan SMSI tidak perlu berkecil hati dan jangan pantang menyerah.

“Inilah tujuan SMSI yaitu melakukan pembinaan terhadap perusahaan kecil agar nantinya berkembang menjadi besar,” terang Ketua Umum SMSI yang baru saja terpilih.

Firdaus menambahkan, selagi perusahaan kecil sudah memiliki badan hukum dan terverifikasi oleh Dewan Pers.

“Sekali lagi perusahaan kecil jangan sampai berkecil hati, kita akan sama-sama berjuang hingga nantinya menjadi perusahaan besar,” pungkasnya.(***)

Komentar

Berita Terkait