Selain diduga Miliki Mobil “Bodong”. PT. Woongsol Juga diduga Tidak Salurkan CSR Kepada Warga Sekitar

Lamsel–(ZL), —-“Program CSR yang dicanangkan pemerintah itu
barometernya tidak jelas. Artinya, tidak ada sanksi pidana
jika perusahaan tidak menyalurkan CSR kepada masyarakat,”

Lampung Selatan, ZL – PT. Woongsol Nature Indonesia (WNI) diduga, kembali menuai masalah. Padahal pada (11/11/2019) lalu. Perusahaan, yang terletak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dusun Sandaran, Desa Sukabanjar Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan (Lamsel) itu , didemo warga sekitar lantaran diduga menimbulkan polusi udara.
Alhasil, belum seutuhnya terselesaikan permasalahan terhadap warga sekitar, kini perusahaan yang memproduksi sabut kelapa itu diduga memiliki masalah baru, yakni diketahui satu unit kendaraan Truck Colt-diesel, dengan nomor polisi (Nopol) E 9269 AA milik PT. WNI diduga tidak memiliki surat kendaraan lengkap alias “bodong”.
“Saya tahu persis mas, soal surat menyurat yang dimiliki kendaraan tersebut, pada intinya tidak ada surat sama sekali atau lebih jelasnya disebut mobil bodong,” ujarnya kepada wartawan baru-baru ini.
Untuk lebih jelasnya tambah sumber koran ini, mengenai kendaraan roda enam itu, untuk bisa dipertanyakan langsung kepada pihak perusahaan. ”Kalau tidak percaya, coba tanyakan kepada pihak perusahaan, dan saya yakin sekali pihak perusahaan tidak akan bisa menunjukkan surat-suratnya,” jelasnya lagi.
Sementara itu dilain sisi, Kepala Desa Sukabanjar Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Asikin menyayangkan keberadaan PT. WNI di desanya. Pasalnya, perusahaan yang memperkerjakan tiga orang tenaga asing asal korea selatan itu hingga kini belum pernah menyalurkan berupa Corporate Social Responsibility (CSR) kepada warganya.
Menurut orang nomor satu didesa itu, sebelumnya beberapa usulan yang diinginkan telah disampaikan kepada pihak perusahaan, namun sayangnya hingga kini belum direalisasikan. “Sudah kami sampaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat, namun alasannya kondisi keungan perusahaan selalu merugi, makanya usulan yang kami maksud berupa CSR itu tak kunjung terealisasi,” terang Asikin.
Dihubungi teleponnya, Manager General Affair (GA) PT. WNI. Oktopi Hero Darma, S, ikom. Membantah, adanya dugaan kendaraan Truck Coltdiesel, milik PT. WNI, tidak memiliki surat kendaraan atau yang dimaksud mobil “Bodong”. “Tidak benar informasi itu mas, semua kendaraan yang kami miliki, dilengkapi surat-surat jelas, silahkan diperiksa oleh pihak berwajib jika ingin tahu kebenarannya,” ucapnya.
Tak hanya soal kendaraan yang diduga bodong, pria lulusan starata satu ilmu komputer Universitas Lampung (Unila) ini juga menepis terkait informasi bahwa PT. WNI belum menyalurkan CSR kepada masyarakat. “Jika pak kades mengatakan PT. WNI tidak memberikan CSR kepada masyarakat itu silahkan saja, namun tolong dipelajari terlebih dahulu pengertian dari CSR itu seperti apa,” paparnya.
Sebab, menurutnya program CSR yang dicanangkan oleh pemerintah, barometernya tidak jelas. Artinya, didalam aturan CSR tersebut tidak dijelaskan bahwa jika suatu perusahaan tidak menyalurkan CSR maka akan dikenakan sanksi pidana atau sanksi-sanksi lainnya. “Nah, setahu saya tidak ada yang mengikat, pada intinya jika tidak memberikan CSR pihak perusahaan akan dipidana misalnya, ini kan tidak ada seperti demikian,” pungkas Opi. (Habibi)

Baca Juga Yuk :  Gubernur Ridho, Dampingi Prrsiden Jokowi Resmikan 2 Segmen Jalan Tol Lampung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here