Sekdakab Lamsel, Minta Disnakertrans Segera Usut, Ourshorching Siluman di PT. Ciomas Adisatwa, Talang Baru

Lampung Selatan, ZL – Dugaan, keberadaan ourshorching siluman dilingkungan PT.
Ciomas Adisatwa, Desa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan
(Lamsel) mendapat respon positif dari pemerintah kabupaten setempat.
Pj. Sekretaris Kabupaten Lamsel, M. Thamrin mengatakan. Dalam waktu dekat ini,
dirinya berjanji akan mempertanyakan hal ini kepada Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Disnakertrans) Lamsel mengenai hal tersebut.
“Trimakasih informasinya, yang jelas secepatnya akan saya pertanyakan hal ini
kepada Disnakertrans Lamsel,” ungkap Thamrin, ketika ditemui hendak melaksanakan
sholat Dzuhur dihalaman masjid Kubah Intan Kalianda Lamsel, pada senin (25/2/2020).
Orang nomor satu ditingkatan pegawai negeri sipil Kabupaten Lamsel ini
menegaskan, kepada satuan kerja terkait untuk dapat serius menangani adanya dugaan
keberadaan ourshorching siluman yang saat ini berada di perusahaan anak cabang dari PT.
Japfa Comfeed Indonesia (JCI)tersebut.
“Artinya, jangan dianggap ringan masalah ini, apalagi berdasarkan informasi dari
media, bahwa keberadaan ourshorching tersebut diduga merugikan para karyawan yang
bekerja diperusahaan itu,” jelasnya.
Mantan Asisten Bidang Administrasi Umum (Adum) Sekretariat Pemkab Lamsel ini
meminta, khususnya kepada para karyawan untuk bisa membuat pengaduan secara resmi
kepada pemerintah. Upaya ini menurut dia, untuk memudahkan pembuktian pelanggaran
yang dilakukan oleh perusahaan. “Jangan pernah merasa takut dipecat, jika memang ada
pelanggaran laporkan akan ditindak lanjuti,”pungkasnya.
Sekedar diketahui, terbongkarnya dugaan keberadaan ourshorching illegal, di PT.
Ciomas Adisatwa, setelah sebelumnya diketahui adanya upah tidak sesuai dengan undang-
undang tenaga kerja nomor 13 tahun 2003.
Dijelaskan, salah satu karyawan yang bekerja diperusahaan pengolahan daging
ayam potong tersebut, bahwa selain upah karyawan yang tidak sesuai. Para pekerja, ini
juga bekerja dalam seharinya mencapai hingga 14 jam kerja. Tak hanya itu, para pekerja
juga tidak dibekali BPJS, baik BPJS tenaga kerja maupun BPJS kesehatan.
Menurut informasi, pemberian upah para karyawan merupakan management yangHal senada diungkapkan, staff General Affair (GA) PT. Ciomas Adisatwa, Yonathan.
Dikatakannya, dugaan pemberian upah yang diduga tidak sepadan bukanlah menjadi
kewenangan perusahaan yang telah berdiri sejak tahun2015 silam tersebut.
Sebab, menurut warga Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung ini, para pekerja
yang bekerja di PT. Ciomas merupakan karyawan yang bekerja melalui pihak ke-dua, atau
dimaksud bekerja dengan pihak Ourshorching. “Kalau, soal pemberian upah terhadap
karyawan, yang diduga tidak sesuai ketentuan, hal tersebut menjadi alasan atau
kewenangan OS, artinya bukan kewenangan perusahaan PT. Ciomas Adisatwa,” terang
Yonathan, kepada wartawan ketika ditemui di kantor pos security PT. Ciomas Adisatwa.
Belum lama ini.
Sejauh ini lanjut Yonathan, untuk para pekerja hampir sebagian diserahkan kepada
pengusaha OS. Kendati demikian, sayangnya ketika ditanya legilitas serta identitas OS yang
melakukan kerjasama terhadap PT. Ciomas Adisatwa tersebut, Yonathan enggan
berkomentar banyak.
Bahkan, terkait keberadaan OS tersebut Yonathan terkesan menyembunyikan
identitas OS. Dirinya mengaku, hingga saat ini tidak tahu menahu secara pasti soal OS
tersebut. “Sekali lagi saya tidak tahu identitas OS itu, untuk lebih jelas nanti kesini lagi aja
bertemu dengan Personalia GA, beliaulah yang mengetahui secara detail,” pungkasnya
sembari menyarankan agar membuat janji terlebih dahulu jika hendak datang kembali, (Hbii)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here