Rugikan Negara Rp3,6 Miliar, Nasarudin, Eks Kadisdik Tuba Jalani Sidang Pekan Ini

infogeh.net, Bandar Lampung – Dua tersangka korupsi Dinas Pendidikan Tulangbawang tahun anggaran 2019 segera disidang. Kedua tersangka tersebut yakni Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tulangbawang yaitu Nasarudin, dan Guntur Abdul Nasser dari pihak swasta. Keduanya bakal menjalani sidang perdana yakni pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), pada Rabu 9 Juni 2021 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang. Hal tersebut berdasarkan website sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Tanjungkarang, yang diakses Lampost.co, pada Minggu, 6 Juni 2021.

Keduanya didakwa dengan berkas terpisah. Selain itu, keduanya menerima tiga dakwaan yakni kesatu dengan dakwaan Primair Pasal 2 ayat (1) dan Subsidair Pasal 3, atau kedua didakwa dengan Pasal 12 huruf (f) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor.
Atau ketiga dengan dakwaan Pasal 12 huruf (e) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP

Humas PN Tanjungkarang Hendri Irawan membenarkan informasi tersebut.
“Iya, benar sesuai di website SIPP sudah teregistrasi,” ujarnya, Minggu, 6 Juni 2021.

Kasi Intel Kejari Tulangbawang, Leonardi Adiguna membenarkan hal tersebut. Jaksa-jaksa yang tergabung dalam tim penuntutan juga telah disiapkan dan ditunjuk.

“Ya, sudah dilimpahkan oleh bidang pidana khusus (Pidsus) ke PN Tanjungkarang,” katanya.

Korupsi tersebut dilakukan dengan cara mengutip 10 hingga 12% Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun anggaran 2019, ke sekolah di tingkatan SD, SMP, SKB, hingga PAUD. Akibat modus culas tersebut, negara dirugikan Rp3,6 miliar. Kedua tersangka saat ini ditahan di Rutan Kelas IIB Menggala.

berita sebelumnya di muat di sini