Rektor IAIN Metro, Tidak Untuk Pungli Beri Kenang – kenangan Boleh

GERBANGREPUBLIK.COM – Rektor IAIN Metro Prof.DR.Enizar, M.Ag menegaskan jika pihaknya tidak membenarkan adanya pungutan uang bentuk apa pun kepada para mahasiswa.

Namun demikian pihaknya mengakui  jika mahasiswa yang akan wisuda itu dibebankan memberikan kenang kenangan dalam bentuk buku.

“Kalau adanya pungutan sebesar Rp100 ribu saya juga belum tahu coba langsung tanyakan ke pihak jurusan. Karena setahu saya pihak jurusan mempunyai inisiatif jika mahasiswa yang selesai wisuda agar dapat memberikan kenang-kenangan dalam bentuk buku sehingga harapannya buku tersebut dapat bermanfaat bagi jurusan maupun prodi,”ungkap Rektor Enizar diruang kerjanya, Senin (13/3/2017).

Ia juga mengatakan semenjak dilantik menjadi rektor IAIN Metro sudah menyatakan tidak melakukan pungli, maupun adanya gratifikasi atau hal-hal yang menyangkut korupsi. “Saya juga sudah pernah memanggil beberapa dosen-dosen yang menurut laporan tidak baik, dan kita melakukan pembinaan kepada mereka,”ujarnya.

Sedangkan terkait masalah wisuda yang dibatasi kuotanya oleh para mahasiswa ia mengatakan jika pihak kampus punya aturan dalam pelaksanaan wisuda.  Dan pelaksanaan wisuda itu sudah direncanakan di tahun sebelumnya. Sehingga penetapan kuota itu sudah terkait dengan semua hal termasuk biaya, itu sudah kita rencanakan dan ini diketahui oleh pihak kementerian agama.

Untuk itu, lanjut Enizar yang bisa mengikuti wisuda itu dibatasi kuotanya hanya 600 mahasiswa baik D3, S1, dan S2. Sedangkan kita sudah mengumumkan untuk pendaftaran wisuda melalui online dan sebenarnya mahasiswa itu sudah tahu mana yang duluan untuk wisuda dan sudah diumumkan juga jika lebih dari kuota yang telah ditentukan maka mahasiswa tersebut akan bisa wisuda pada berikutnya atau periode ke dua.

Menurutnya juga sebelumnya dari perwakilan mahasiswa sudah menghadap dan sudah kita jelaskan pada saat itu dan mereka menerima apa yang kita jelaskan. Tetapi tidak tahu ini akhirnya mereka melakukan aksi demo sebagai bentuk rasa solidaritas.

Sementara Ketua Jurusan IAIN Metro Siti Julaikha membantah jika pihaknya melakukan pemaksaan untuk pungutan uang sebesar Rp100 ribu kepada mahasiswa yang akan wisuda. “Kami pihak jurusan hanya meminta kepada para mahasiswa yang akan meninggalkan kampus IAIN atau yang telah wisuda untuk memberikan kenang-kenangan dalam bentuk buku arab dan itu juga belinya tidak di indonesia, dan buku-buku ini ada kita simpan,”ujarnya seraya menunjukkan buku yang sudah tertata di lemari.

Sebelumnya ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat IAIN Metro, Senin (13/3/2017). Para mahasiswa ini menuntut adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dikemas untuk pembelian buku. Selain itu juga pembatasan kuota untuk mahasiswa yang akan wisuda.

Koordinator Lapangan aksi demo solidaritas Riki mengatakan aksi ini dilakukan dalam bentuk solidaritas kita untuk meminta kejelasan terkait kebijakan pihak rektorat terkait pembatasan kuota wisua dan adanya dugaan pungli sebesar Rp100 ribu untuk pembelian buku.

“Memang kalau kita dengar dari jurusan syariah yang sudah selesai yudisium dibebankan uang sebesar Rp100 ribu untuk pembelian buku. Tapi logikanya saja jika sudah ratusan orang disuruh untuk membayar uang segitu alangkah banyaknya uang itu. Dan kalau itu semua untuk dibelikan buku itu nanti mau ditaruk dimana buku sebanyak itu, sedangkan sampai saat ini saja bentuk buku itu kita belum bentuknya, yang katanya buku itu untuk adik-adik yang belum wisuda. Untuk itu kita meminta agar pungutan tersebut di hapus dan diproses hukum adanya pungli tersebut,”ujar Riki. (sonny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here