Ratusan Pedagang Bahan Pokok Mengeluh Dampak Corona Membuat Kencing di Celana

infogeh.net, Nasional – Hampir satu bulan terlalui selama maraknya pemberitaan baik di media sosial maupun elektronik terkait virus Covid-19 yang menghantui kehidupan masyarakat. Ditambah hari pada Rabu (22/4/2020) diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Bandung Raya meliputi wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Sumedang.

Fakta dilapangan ratusan pedagang di pasar tradisional Majalaya merenungi nasibnya, sejumlah 150 pemilik jongko di Pasar Bingung Majalaya yang berlokasi di area Terminal Majalaya sepi pembeli. Dagangan mereka masih menumpuk, tentu saja para pedagang memikirkan untuk membayar setoran ke penyuplai bertambah bingung.

Ara (35) Kamis (23/4/2020) salah satu pedagang kepada sumaterpost.co mengatakan, mulai membuka dagang nya sejak pukul 02.00 Wib dini hari. Sampai berita ini diturunkan dagangan yang dia jajakan masih menumpuk. Daya beli semakin menurun drastis, apalagi telah diberlakukan PSBB secara otomatis masyarakat memilih diam dirumah.

“jika situasi terus – terusan seperti ini, untuk setoran ke bandar (penyuplai) bisa kencing di celana” ucap Ara.

Dia juga mengharapkan agar situasi pandemi virus Covid-19 segera berlalu. Seperti tahun yang sudah – sudah di alaminya, menjelang bulan suci Ramadhan rampai pengunjung untuk membeli kebutuhan bulan puasa. Akan tetapi saat ini menjelang Ramadhan, tidak nampak kepadatan para pengunjung pasar.

Hal senada diungkapkan oleh Ningsih (45) pedagang beras eceran. Dia mengaku pada hari – hari biasa sebelum maraknya wabah virus Covid-19 bisa menjual beras mencapai 1 sampai 2 kwintal/hari. Namun sekarang hanya menjual kurang dari 500 Kg/hari, dampak Corona jika tidak disadari dengan ke-imanan dan dipikirkan terlalu dalam bisa stres.

“tidak bisa berbuat apa – apa lagi, kita harus terima kondisi seperti ini. Tanpa ada bantuan dari pemerintah yang telah di gembar – gemborkan di media. Terutama untuk warga miskin sebagai pekerja serabutan, harus mengadu sama siapa” ungkapnya.

Terkait soal harga bahan – bahan kebutuhan rumah tangga menjelang bulan Ramadhan di Pasar Majalaya masih standar. Harga sayuran seperti kol bulat Rp. 6.000/kg, wortel Rp. 7.000/kg, Cabe merah Rp. 40.000/kg. Sedangan telor Rp. 23.000/kg, ayam sayur Rp. 28.000/kg.

Situasi di wilayah Kecamatan aktipitas masyarakat masih seperti biasa, meskipun PSBB telah diberlakukan oleh Pemda Kabupaten Bandung. Perbedaannya tingkat kesadaran masyarakat meningkat, semua pengendara sepeda motor menggunakan masker.

Camat Majalaya Ika Nugraha menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan setiap keluar rumah harus memakai masker. Selain itu Ika Nugraha mengharapkan, kurangi aktipitas dan hindari berkerumun. Selama diberlakukannya PSBB untuk Kabupaten Bandung pihaknya sudah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar mematuhi ketentuan. Adapun terkait aktipitas para pedagang pihkanya telah menghimbau baik pengunjung pasar atau para pedagang untuk menjaga jarak dan memakai masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here