Puting Beliung Melanda Wilayah Lampung, Berikut Penjelasan BMKG

infogeh.net, Lampung – Angin puting beliung melanda sejumlah wilayah Lampung pada, Senin (8/2/2021) sore. Akibatnya, sejumlah rumah warga rusak, pohon tumbang, hingga korban luka.

Puting beliung dilaporkan terjadi di beberapa daerah di Provinsi Lampung di antaranya Kabupaten Lampung Timur, Pesisir Barat, Pesawaran, hingga Way Kanan.

Di Lampung Timur, angin puting beliung menerjang wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Sakti. Belasan rumah warga rusak dan tiga orang terluka. Ketiga korban kini dirawat di puskesmas setempat.

Sedangkan di Pesawaran, puting beliung memporak-porandakan kawasan wisata Pantai Klara. Di Pesisir Barat, angin puting beliung terjadi di Pekon Walur Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Sementara di Way Kanan, dikabarkan terjadi di wilayah Kecamatan Baradatu.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hariyanto saat dihubungi Lampung77.com, Selasa (9/2/2021) menyampaikan analisis sementara kejadian angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah Lampung pada Senin (8/2/2021) sore tersebut.

Menurut Rudi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang terjadi Pantai Klara Pesawaran, Pasir Sakti Lampung Timur dan Krui Pesisir Barat teramati mulai terjadi pukul 15.30 WIB. Rudi mengungkapkan bahwa hujan lebat yang terjadi diakibatkan adanya pertumbuhan awan konvektif yang tumbuh massif/multi sel dan bergerak dari arah Barat dan Barat Laut wilayah Lampung.

Baca Juga Yuk :  Selamat Atas Dilantiknya Capt. Dr. Willem Nikson Sitompul APU, M.Mar Sebagai Rektor Institut Maritim Prasetiya Mandiri

“Pertumbuhan awan konvektif disebabkan karena adanya belokan angin dan konvergensi/perlambatan kecepatan angin,” kata Rudi.

Sebelumnya, BMKG juga telah memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Lampung pada 3 hari ke depan atau periode 8-10 Februari 2021.

Saat itu, Rudi menjelaskan bahwa terpantau adanya pumpunan massa udara (konvergensi) di sebelah selatan atau timur Lampung hingga melintasi Pulau Jawa.

“Belokan angin terbentuk di wilayah Lampung terutama di Lampung bagian barat dan selatan. Suhu muka laut di sekitar Lampung secara umum berkisar antara 28 – 29 oC, kecuali perairan sebelah selatan Lampung diprediksi suhu muka laut berkisar antara 29 – 30 oC,” jelas Rudi, dalam keterangannya yang diterima Lampung77.com, Senin (8/2/2021) sore.

Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Februari

Sebelumnya, BMKG memprakirakan bahwa secara umum cuaca ekstrem yang melanda wilayah Lampung bakal berlangsung hingga akhir Februari 2021.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hariyanto mengungkapkan bahwa pada Februari 2021, wilayah Lampung masih berada pada puncak musim penghujan.

“Sebenarnya secara umum di bulan Februari ini masih puncak penghujan. Adapun sekarang atau belakangan ini dari dinamika atmosfer, ada belokan angin dan perlambatan kecepatan angin di Samudera Hindia, tepatnya di Barat Lampung,” kata Rudi, saat dihubungi Lampung77.com, Kamis (4/1/2021) lalu.

“Selain itu, suhu muka air luat juga terpantau menghangat sehingga berpotensi terjadi penguapan dan menjadikan awan hujan sangat signifikan,” lanjutnya.

Mengenai kondisi angin yang relatif kencang akhir-akhir ini, Rudi mengungkapkan bahwa hal tersebut disebabkan adanya awan-awan cumulonimbus.

“Dilihat dari kecepatan angin, cenderung disebabkan adanya awan-awan cumulonimbus yang memasukaki wilayah daratan Lampung. Sehingga, ketika (awan cumulonimbus) melalui wilayah Lampung itu biasanya disertai dengan angin yang relatif agak kencang,” jelasnya.