Protes Berdirinya Lapak Singkong, Warga Sulusuban RT 14 Ancam Akan Lakukan Aksi Anarkis

SEPUTIHAGUNG.zonalampung.co – Beroperasinya lapak pengolahan singkong di Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, mendapat protes dari sejumlah warga di daerah itu.

Pasalnya, lapak tersebut disebut warga mengganggu aktifitas mereka karena banyaknya truk bermuatan besar yang mondar mandir, serta bau yang ditimbulkan dianggap sangat menggangu penciuman.

Hadi salah seorang warga dari RT 14, RW 03 Kampung Sulusuban mengatakan, Beroperasinya lapak singkong tersebut sudah mereka kecam sejak awal Maret, namun hal itu tidak digubris pihak lapak.

“Debu jalan di kampung kami jadi semakin berterbangan menggangu pernafasan, jalan juga akan jadi rusak, serta bau dari singkong yang busuk mencermari udara di kampung kami,” ujar Hadi, Senin (6/4/2020).

Terkait penolakan kata Hadi, warga sudah berusaha menemui Camat Seputih Agung, Candra Sukma, namun yang bersangkutan selalu tak bisa ditemukan.

“Setelah itu warga meminta kepada PJ Kakam (Sulusuban, Panji), katanya beliau akan berkonsultasi dengan perusahaan supaya tidak beroperasi, tapi sampai sekarang masih beroperasi,” Imbuhnya.

Selain itu lanjutnya, warga meminta kepada pihak kepolisian untuk dan dinas terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, apabila berlarut-larut, dikhawatirkan warga bertindak tegas.

“Kami juga sudah mendatangi DPRD Lamteng supaya wakil rakyat juga mendengar dan mengetahui aspirasi masyarakat Sulusuban. Kami hanya ingin izin lapak singkong itu dicabut,” pungkansya.

Camat Seputih Agung Chandra Sukma menyatakan, berdasarkan usulan dari pihak lapak, rekomendasi sebagai syarat mereke mengajukan izin ke kantor perizinan.

“rekomendasi itu (izin operasi lapak singkong) bukan merupakan izin (operasi lapak singkong), tapi merupakan syarat mengajukan perizinan ke kabupaten,” terang Chandra Sukma.

Terkait izin perusahaan kata camat, yang menentukan layak atau tidaknya perusahaan itu beroperasi adalah tim teknis dari kabupaten (Dinas Perizinan Satu Pintu dan Dinas Lingkungan Hidup).

Wakil Ketua I DPRD Lamteng Yulius Heri Susanto mengatakan, seharusnya pihak kampung dapat mengajak semua pihak duduk bareng terkait beroperasinya suatu perusahaan di kampung mereka.

Yulius juga mengimbau, kepada pihak perusahaan, agar memperhatikan kebersihan lingkungan tempat mereka beroperasi, karena tak dapat dipungkiri setiap musim hujan air limbah yang tidak ada pembuangan yang baik akan  mencemari lingkungan.

“Dan juga sebelum ada ijin yang resmi dan lengkap, diharapkan jangan beroperasi dulu lah, kita kan ada aturan aturannya. Bagi warga yang ingin menyalurkan aspirasinya ke DPRD supaya dapat memberikan surat tertulis (ke Sekretariat DPRD) agar nanti dapat kami tampung harapan mereka,” pungkasnya.(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here