Polres Lampura Ringkus 5 Pelaku Kejahatan dalam Operasi Cempaka Krakatau 2020

infogeh.net, Lampung Utara – Sebanyak lima pelaku kejahatan di bumi ragem tunas Lampung berhasil dibekuk Polres Lampung Utara dalam Operasi Cempaka Krakatau 2020.

Menurut Kapolres Lampura AKBP Budiman Sulaksono kelima pelaku kejahatan tersebut diantaranya pelaku curat dan curas (begal).

Lalu ada dua orang juga pelaku kejahatan yang mengedarkan kupon togel dan pelaku tindakan pencabulan.

“Berkat kerja tim pada awal operasi cempaka kita berhasil mengamankan setidaknya ada lima orang pelaku kejahatan,” katanya, Jumat 14 Februari 2020.

Salah satu diantaranya pelaku curat memang telah menjadi target operasi (TO) aparat kepolisian.

Pelaku yang menjadi TO yakni Amri Wijaya (37) warga Kotabumi Tengah. Amri ini mengambil ditangkap berdasarkan laporan Polisi Nomor LP/ B/ 145/XII/ 2019/ Res Lamut/ SPKT Ktb.Utara Tanggal 26 Desember 2019.

Pelaku telah mengambil dua tabung gas LPG melon milik Agus Supriyanto (36) warga Madukoro pada 26 Desember lalu.

Berkat laporan dari korban dengan cepat polisi membekuk pelaku Amri saat berada di rumahnya.

Pelaku kejahatan lainnya yang diamankan yakni Widian Triko (25) warga Muara Sungkai.

Widian merupakan tersangka yang telah menjadi DPO selama tujuh tahun lamanya oleh polisi.

Pelaku ditangkap karena melakukan aksi curanmor atau begal terhadap korban Amaliyah Khoirunisa (23) warga Bungamayang pada 26 Juni 2013 yang lalu.

“Penangkapan pelaku dilakukan dari hasil pengembangan dari seorang rekan pelaku terlebih dahulu ditangkap,” katanya

Dia juga menjelaskan modus yang dilakukan pelaku yakni 4 orang tersebut sengaja memberhentikan korban dan berpura-pura menanyakan arah jalan.

Kemudian salah seorang pelaku mendorong korban kemudian merampas sepeda motor milik korban.

“Dari hasil pemeriksaan pelaku juga telah melakukan aksi yang sama di 3 lokasi berbeda diantaranya PTP Bungamayang, Sukadana Bunga Mayang dan TKP lainnya KBA Muara Sungkai,” katanya

Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Lampung Utara untuk proses lebih lanjut atas perbuatannya tersangka dimasukan dalam jeruji besi.

Sedangkan pelaku lainnya lebih dulu dua orang telah diamankan oleh polisi pasca kejadian tersebut dan satu pelaku lagi masih berstatus DPO.

Selain itu juga polisi berhasil mengamankan pelaku perjudian jenis tindak pidana pengedaran kupon togel.

Pelaku yang diamankan yakni Holilah (40) dan Yubhar (51) warga Abung Selatan keduanya kedapatan mengedarkan kupon togel.

Dari hasil tangkapan tersebut polisi mengamankan tiga unit handphonenya, uang Rp 100 ribu, modem, ATM, komputer dan CPU.

Sementara itu pelaku pencabulan EKAS (15) warga Tanah Rendah Kotabumi, kemarin juga berhasil diamankan oleh polisi.

Pelaku EKAS diamankan pada pukul 13.23 Wib saat berada dirumahnya. Tangkapan pelaku itu berdasarkan surat keterangan orang hilang Nomor : SK /03 / II /2020 / POLDA LAMPUNG / RESLU tanggal 10 Febuari 2020.

Jadi berdasarkan laporan 10 Februari pukul 10.00 Wib ke kantor Polsek Abung Selatan datang Maslinah ibu dari JAP korban pencabulan.

Orangtua korban menerangkan bahwa anaknya telah pergi selama tiga hari, tapi kemarin 13 Februari korban pulang dan bercerita.

Setelah dilakukan pemeriksaan korban bercerita telah disetubui oleh pelaku EKAS di belakang kantor pertanian Kotabumi.

Setelah mendapatkan informasi yang cukup dari korban tentang keberadaan pelaku. Tidak berselang lama akhirnya polisi menangkap pelaku.

Jadi terhitung 13 Februari 2020 bahwa jajaran Polres Lampung Utara melaksanakan Operasi Kewilayahan dengan Sandi Ops Cempaka Krakatau 2020.

Dengan sasaran operasi para premanisme, kejahatan jalanan, perjudian, prostitusi, debt collector dan kejahatan lainnya.

Operasi cempaka ini digelar selama 12 hari kedepan dengan harapan para pelaku bisa ditangkap.

“Kita akan bekerja secara maksimal dalam mengungkapkan para pelaku kejahatan,” katanya

Pengamat hukum pidana Fakultas Hukum Universitas Lampung (FH Unila) Budi Rizki Husin mengatakan operasi cempaka ini diharapkan bukan sebagai formalitas semata.

Memang seluruh polres melakukan operasi cempaka dan jangan hanya sebatas menggugurkan kewajiban.

Tapi penegakan hukum itu bukan saja saat operasi cempaka semata, tetapi setiap saat harus ditangkap para pelaku kejahatan tersebut.

“Terpenting itu jangan pandang bulu dalam penegakan hukum, semua pelaku kejahatan harus ditangkap jika sudah menganggu Kamtibmas,” katanya

Diharapkan polisi juga harus bekerja secara maksimal demi tercinta keamanan bagi masyarakat Lampung.

Akan diapresiasi oleh rakyat jika polisi menegakan hukum secara benar, tapi jika penegakan hukum hanya tumpul diatas maka rakyat tidak akan percaya polisi.

Berita dan Informasi Ini Sudah Terbit dihalaman resmi tribunlampung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here