Modus Ruqiah, Guru Ngaji Ini Cabuli Lima Murid

infogeh.net, Merbau Mataram – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Merbau Mataram mengungkap kasus tindak pidana pencabulan anak dibawah umur dan menangkap AMD (50), Warga Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan (Lamsel).

Kapolsek Merbau Mataram Iptu Aspul Niswan mengatakan bahwa jajaran Polsek Merbau Mataram menangkap satu pelaku tindak pidana asusila. Ia mejelaskan kronologis kejadian tersebut, AMD pertama kali melakukan perbuatan asusila pada Kamis 24 Desember 2020 yang lalu, sekira pukul 19.00 WIB, tempat kejadian perkara (TKP) didalam rumah pelaku, dengan korban pertama berinisial Bunga.

“Untuk memuluskan aksi tak terpuji itu, pelaku menggunakan modus sebagai guru mengaji dan praktik rukiah untuk memperdayai korban-korbannya,” ujar Kapolsek, Senin 8 Februari 2021 sekira pukul 23.17 WIB.

Bunga adalah korban pertama, tersangka membujuk korban mengajak korban kedalam kamar tersangka untuk belajar mengaji. Kemudian, setelah selesai belajar mengaji tersangka memberi uang kepada korban sebesar Rp100 ribu.

Didalam kamar sambung Kapolsek, korban diberikan satu gelas air putih untuk diminum dengan alasan membersihkan setan yang ada didalam tubuh.

“Tersangka lalu membuka pakaian korban dan langsung membaringkan ke kasur,” Beber Iptu Aspul.

Saat kejadian wajah korban dicium sebanyak 2 kali, kemudian tersangka memegang dan kemaluan korban sebanyak 4 kali. Tak hanya sampai disitu, pelaku yang juga dalam keadaan telanjang terus melampiaskan nafsu bejadnya dengan meremas–remas, menciumi payudara korban sebanyak sepuluh kali.

“Setelah melakukan perbuatan beratnya tersangka menyuruh pulang, ” Kata Kapolsek.

Perbuatan yang sama dilakukan lagi oleh tersangka pada Selasa 2 Februari 2021 sekira pukul 17.00 WIB, dengan TKP yang berlainan yakni di areal mushola di wilayah Kecamatan Merbau Mataram. Dan kali ini, pelaku melakukan pencabulan terhadap dua korban sekaligus dengan inisial Mawar dan Melati.

Tak terima sang buah hati yang masih usia belia diperlakukan tak senonoh oleh pelaku, salah satu ibu korban yakni SMI (35) kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Merbau Mataram.

“Berbekal informasi itu, Senin sekira pukul 23.17 WIB, kami bersama Kanit Reskrim dan Team Opsnal membekuk pelaku AMD (50) di kediamannya,” ujar Kapolsek.

Dari hasil pengembangan, diketemukan bahwa korban pencabulan yg semula berjumlah 3 orang, lalu bertambah 2 orang korban dengan inisial Kenanga dan Kamboja. Keseluruhan korban ada lima orang dan kesemuanya masih berusia dibawah umur.

“Jadi, modus pelaku untuk melakukan perbuatan cabul adalah sebagai guru mengaji korban di musala. Dengan berpura-pura memberikan air putih untuk kesembuhan, pelaku dapat memperdayai dan dengan leluasa berbuat mesum kepada para korban di waktu yang berbeda-beda,” kata Kapolsek Merbau Mataram.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga telah melakukan visum et repertum terhadap para korban guna melengkapi bukti-bukti proses hukum lebih lanjut.

“Tersangka kami jerat menggunakan Pasal 81 ayat (1) dan ke (3) dan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang – Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang – undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” tegas Iptu Aspul.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampost