Mengenal Sejarah Transmigrasi Bagelen, Bupati Kunker Ke ANRI

GERBANGREPUBLIK.COM – Bupati Pesawaran melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), di Jakarta dalam rangka penelusuran penyusunan naskah sumber arsip transmigrasi terkait sejarah transmigrasi pertama di Indonesia pada tahun 1905 yg terletak di desa bagelen kabupaten pesawaran.

Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona K. ST melakukan Kunjungan Kerja Ke Kantor Arsip Nasional RI di dampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan kearsipan Kab. Pesawaran AHMAD SYAFEI, S.Pd.,M.Pd. dan beberapa orang staf,  Jumat(24/03).

Rombongan dari Pemkab Pesawaran diterima langsung oleh Kepala Kantor ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia) DR.MUSTARI IRAWAN,M.PA di Ruang Kerja Kepala Kantor ANRI bersama beberapa Deputi.

Diketahui bahwa Bagelen adalah sebuah nama desa yang dipercayai masyarakat kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sebagai cikal bakal daeral asal-usul masyarakat Purworejo. Nama daerah yang berjarak sekitar 50 km sebelah utara kota Yogyakarta itu sejak tahun 1900-an tak hanya dikenal di Pulau Jawa, tetapi juga di Provinsi Lampung.

Itu karena pada tahun 1901 pemerintah Belanda memindahkan 155 kepala keluarga dari Desa Bagelen ke sebuah hutan belantara di Lampung melalui program perluasan areal pertanian (kolonisasi). Orang-orang dari Pulau Jawa diangkut ke Lampung untuk membuka areal pertanian untuk kepentingan Belanda.

Warga Bagelen yang dipindahkan ke Lampung juga menamai kampung barunya dengan nama Bagelen. Kolonisasi warga Bagelen itu merupakan program pertama yang dijalankan pemerintah Belanda di Indonesia.

Rombongan kolonis dari Jawa diangkut menggunakan kapal laut. Setelah sampai di pelabuhan Panjang, selanjutnya para kolonis itu berjalan kaki sejauh lebih dari 70 km menuju Gedongtataan, Kab. Pesawaran selama 3 hari.

Setelah ratusan kepala keluarga dari Bagelen diangkut ke Lampung, gelombang pemindahan penduduk dari Pulau Jawa pun terus berlanjut. Gelombang pertama tahun 1905 hingga 1911. Gelombang kedua tahun 1911 hingga tahun 1939. Gelombang ketiga terjadi ketika Indonesia sudah merdeka. Setelah merdeka, program perpindahan penduduk dari Jawa ke Lampung itu pun dilanjutkan sekarang disebut transmigrasi.(rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here