Mengejutkan, ini Dua Nama Terdakwa Kasus Penyebaran Video Mesum Gisel yang Dituntut 1 Tahun Penjara

infogeh.net, Nasional – Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menuntut dua terdakwa yakni PP dan MN sebanyak satu tahun penjara. Perkara atas kedua orang itu terkait penyebaran video mesum artis Gisella Anastasia dan Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes atau Nobu yang videonya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

“Sudah ada tuntutannya, kalau kliennya saya yang PP dituntut satu tahun, terus kemudian yang MN juga sama satu tahun juga,” kata Roberto Sihotang, kuasa hukum PP saat dihubungi, Selasa (8/6).

Untuk tuntutan itu sendiri sudah dilakukan pada dua minggu lalu, sehingga untuk agenda berikutnya yakni nota pembelaan dari pihak terdakwa atau pledoi.

“Tuntutannya itu dua minggu yang lalu, jadi kita agenda hari ini adalah nota pembelaan atau pledoi. Itu partner saya yang lagi stand by di sana (PN Jaksel) bersidang, jadi atau tidaknya kan itu keputusan dari Majelis Hakim itu,” ujarnya.

Tak Layak Tuntutan Terhadap Terdakwa

Terkait tuntutan terhadap kedua terdakwa tersebut, disebut Roberto tidak layak. Karena, mereka bukanlah orang yang merekam adegan panas tersebut.

“Kalau menurut saya tidak layak, karena saya juga bunyikan juga itu di dalam nota pembelaannya bahwa yang pertama kali merekam itu kan ternyata terbukti di fakta persidangan adalah Gisel, lalu kemudian yang memberikan video itu dikirim lewat I-drop, berarti kan sama-sama Iphone itu aplikasi I-drop ke handphone Nobu yaitu Gisel bukan klien saya,” jelasnya.

“Jadi kalau saksi ahli juga kemarin menyampaikan, saksi ahli dihadirkan oleh jaksa bahwa apabila video atau pun konten, dokumen elektronik atau pun informasi elektronik yang disebarkan dengan konten asusila tersebut menjadi konsumsi masyarakat luas, maka penanggungjawabnya adalah orang yang pertama kali menyebarkan. Itu sudah dijelas di saksi ahli menyampaikan seperti itu,” sambungnya.

Ia pun meminta agar majelis hakim nantinya dapat memvonis kedua terdakwa tersebut bebas. Terlebih, keduanya bukanlah orang yang pertama kali menyebarkan video syur tersebut.

“Iya (bebas), saya meminta agar klien saya dibebaskan. Karena selain tadi satu sampaikan. Yang kedua adalah, sekarang klien saya itu bukan orang yang pertama. Dia mendapatkan video itu dari temnnya yang MN dari group WhatsApp yang isinya ada enam orang, sementara MN mendapatkan video itu dari group Telegram, nama group Telegramnya saya lupa itu. Isi anggota di group Telegram itu ada 24 ribu, yang membagi video itu adalah orang yang berinisial R, bukan dari terdakwa MN,” ungkapnya.

“Artinya video itu sudah masif diketahui oleh orang banyak, tetapi mengapa hanya klien saya dan MN yang menjadi pesakitan gitu,” tambahnya

Sehingga, menurunnya tidak pantas jika kliennya itu dijadikan sebagai terdakwa atas kasus tersebut. Apalagi, untuk pemeran dalam video tersebut telah ditangguhkan masa tahanannya.

“Dia (Gisel dan Nobu) ditangguhkan itu segala macam, ya itu kewenangan penyidik. Saya tidak bisa berkomentar akan hal itu, tetapi kalau berbicara secara asas keadilannya bukan klien saya yang membuat videonya, bukan klien saya juga yang pertama kali menyebarkan,” ujarnya

“Lalu mengapa hanya klien saya, sementara klien saya itu hanya di akun Twitternya itu hanya berbentuk screenshot, bukan berbentuk video, itulah yang terbukti di Pengadilan. Sementara ada lima akun Twitter yang dilaporkan oleh saksi pelapor itu ada lima akun Twitter yang jumlah viewernya (pengikutnya) ada 500 ribu lebih, yaitu akun namanya ‘Juga Fun’, itu video beneran yang dishare sama dia, bukan screenshot,” sambungnya.

Ia pun lantas mempertanyakan, mengapa sampai hari ini pemilik akun tersebut belum juga ditangkap. Sehingga, ia menilai adanya ketidakadilan. “Bukan berarti saya mengatakan klien saya tidak salah, tidak. Kita bicara dari rasa keadilan saja,” ucapnya.

Terdakwa Sudah Jalani Enam Bulan Masa Tahanan

Sampai dengan hari ini, dua orang terdakwa tersebut sudah menjalani masa tahanannya selama enam bulan. Sehingga, jika memang tuntutan itu diterima oleh majelis hakim, maka PP dan MN masih harus menjalani selama setengah tahun lagi.

“Kalau sampai dengan hari ini, menurut saya sudah lima atau enam bulanan lah ditahan. Betul, itu harapan kita (vonis bebas),” tutupnya.

berita ini sebelumnya terbit di sini

admin@ds
Hello, saya salah satu wartawan di infogeh.net, jika ada yang keliru dengan informasi ataupun berita yang saya berikan, mohon untuk kira nya memberitahu saya melalui komentar dibawah ini.