Melalui Laonching, Lampung Tengah Gerakkan 1000 Tong Sampah KECE

GERBANGREPUBLIK.COM – Melalui gerakan 1000 tong sampah, Pemerintah Lampung Tengah melakukan Laonching di rumah Dinas Wakil Bupati Loekman Djojosoemarto Jumat (11/5/2017).

Plt. Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Tengah Genta Surimudae menerangkan, gerakan 1000 tong sampah KECE ini bertujuan untuk menyiasati agar masyarakat membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya.

Tong tong sampah ini, kata dia, pada tahap awal akan diletakkan disepanjang pusat kota Bandarjaya yang merupakan titik keramaian di Kabupaten Lampung Tengah.

 “Kedepan gerakan ini akan diteruskan hingga ke seluruh pelosok di Lampung Tengah, lembaga pendidikan dan kantor – kantor yang ada,” jelasnya.

Untuk mencapai target awal sebanyak 1000 buah tong sampah ini pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan perusahaan dan masyarakat umum.

Wakil Bupati Lamteng Loekman menambahkan, gerakan 1000 tong sampah ini bekerjasama dengan sejumlah perusahaan yang ada di Lampung Tengah. Dari kunjungan beberapa perusahaan yang dilakukan salah satunya membuat tong sampah yang dibantu perusahaan sepertiPT.Santori, GMP, Umas Jaya dan Sugar Group Company.

“Ini nantinya akan kita sebarkan di wilayah kecamatan, namun fokusnya di Gunungsugih dan Bandarjaya. Nanti diatasnya kita beri pot bunga. Untuk pemilik toko di Bandarjaya, kita minta pasang pot bunga, sedangkan tong sudah ada,” beber Loekman.

Sementara itu, Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa menerangkan dinamakan gerakan 1000 tong sampah KECE karena program KECE merupakan salah satu program unggulan Kabupaten Lampung Tengah. KECE sendiri akronim dari Kampung Entrpeneur Creative yang digulirkan untuk melahirkan pengusaha-pengusaha muda di setiap kampung.

“Dengan digulirkannya gerakan ini, saya apresiasi sekali. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan suport hingga akhirnya gerakan 1000 tong sampah KECE dapat dilauncing. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagi kemajuan Lampung Tengah,” pungkasnya. (*/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here