MA Keluarkan Keputusan Menangkan Eva-Deddy, Bawaslu Lampung “Hancur”

infogeh.net, Bandar Lampung – Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan Keputusan Nomor 1/P/PAP/2021 yang menganulir putusan KPU Bandarlampung Nomor 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021, tanggal 8 Januari 2021.

Isinya adalah memerintahkan KPU mengembalikan status Eva-Deddy sebagai peserta pilkada Bandarlampung sekaligus membatalkan pelanggaran terstruktur sistematis dan massif yang diputuskan Bawaslu Lampung.

Menurut Pengamat Politik dan Akademisi Universitas Lampung, Dedy Hermawan mengatakan, pasti akan banyak konsekuensi yang diterima Bawaslu Lampung karena telah mendiskualifikasi Eva-Deddy.

Pertama, akan ada evaluasi serius terhadap Bawaslu Lampung oleh Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP).

“Apalagi ada yang mengadukan, maka Bawaslu akan dinilai dari berbagai aspek, seperti etis, integritas, kinerjanya sampai dugaan-dugaan berbagai penyimpangan di dalamnya,” jelasnya, Kamis (28/1).

Kedua, konsekuensi lain yang diterima Bawaslu pasca putusan MA adalah “hancurnya” Wibawa dan integritas Bawaslu di mata publik.

“Di mata publik pun kewibawaan dan integritas serta kinerjanya “hancur” akibat keputusannya yang merusak proses dan hasil demokrasi di Kota Bandarlampung,” imbuhnya.

Dedy melanjutkan, ketiga akan ada banyak tuntutan dari berbagai elemen masyarakat Bandarlampung yang telah dilukai oleh keputusan Bawaslu.

Keempat, tindakan bawaslu tersebut akan menjadi catatan buruk sepanjang masa yang akan menghambat karir mereka di dunia perpolitikan dan kepemiluan.

Sementara itu, pengamat hukum Universitas Lampung Budiono mengatakan, secara langsung tak ada konsekuensi untuk Bawaslu Lampung karena yang dianulir adalah keputusan KPU Bandarlampung.

“Tapi bisa saja dilaporkan kalau ada pihak-pihak yang melaporkan adanya pelanggaran etik yang dilakukan bawaslu dalam putusannya (menyatakan Eva-Deddy melakukan pelanggaran TSM),” ujarnya.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi rmollampung