Lumbung Pangan di setiap RT ( Rukun Tetangga ) Oleh M Imron Rosadi

infogeh.net, Opini – Dua hari lalu salah satu warga di lingkungan kami mengirim pesan via Whatsapp di group RT. Isi pesannya kurang lebih sbb :

” RT kita terkenal guyub.. mari kita data Warga kita yg benar2 butuh dan terdampak Covid-19.. Kita gak mau muluk2 minta bantuan pemerintah.. tp jangan sampai ada warga kita yg misal gak masak krn Corona .. konsepnya kita guyub gotongroyong.. dan kalau sdh kita bahas bersama data-nya lalu misalnya ada bantuan darimanapun kita bisa transparan dan tepat sasaran.. dan jika ada warga yg datang dari zona merah bisa kita pantau sama2 dan tegur jika tdk melakukan isolasi mandiri 🙏”

Dari usulan inilah akhirnya terjadi diskusi antar warga di group whatsapp, kemudian ter follow up lah beberapa rencana program yang akan diberlakukan di wilayah tempat tinggal kami

Pertama, hari senin akan dilakukan kembali penyemprotan Disinfectant Destroy Liquid di gang2 dan selokan, serta di titik2 yang berpeluang menjadi tempat virus berdiam

Kedua, mendata warga yang terdampak secara ekonomi akibat Covid  19 ini dan pembentukan Lumbung Pangan RT

Terkait dengan program kedua, Pembentukan
” Lumbung Pangan ” Sebenarnya ide ini sudah sebulan yang lalu berseliweran di dinding sosial media.

Pantauan saya, paling tidak ada sekitar 4 sampai 5 titik yang sudah menerapkannya. Meskipun saya yakin ada puluhan mungkin ratusan RT di Indonesia yang memiliki ide serupa, atau bahkan mungkin sudah  melakukannya.

Ide, program yang baik harus kita contoh.

Senin siang setelah melakukan penyemprotan di beberapa titik lembab 😊 Pak RT lingkungan kami mengajak beberapa warga untuk musyawarah. Agendanya tentu membahas kelanjutan rencana membuat lumbung pangan di RT kami.

Menurut pak RT sebenarnya ada 18 warga kami yang akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota, dan 2 warga dari Kapolri melalui jalur babinkantibmas. Namun sampai hari ini bantuan tersebut belum sampai.

Salah satu warga memberikan usulan, ” Oke ndak papa peluang bantuan dari pemkot dan kapolri tersebut tetap di pantau saja. Sambil menunggu bantuan tersebut datang, segera saja Lumbung Pangan di RT kita dijalankan”.

Salah satu warga kami juga berkomentar ; Beliau ada titipan dari donatur 10 paket sembako, isinya 10 karung beras ukuran 5 kg, minyak, mie instan, dll. Nanti bisa langsung dimasukan sebagai pendapatan posko Lumbung Pangan RT

Yang lain juga ikut berkomentar, “Saya usahakan setiap pekan bisa bantu 5 – 10 kg beras “

Alhamdulillah ternyata respon peserta musyawarah sangat positif dengan ide pembentukan Lumbung Pangan berbasis RT

Akhirnya dari musyawarah singkat senin siang, didapatkan beberapa kesepakatan mengenai pengelolaan lumbung pangan di RT kami. Alur kerjanya kurang lebih seperti ini

1. Konsep yang kita bangun adalah solidaritas bersama antar warga. Yang lapang menopang yang kekurangan
2. Hari senin / selasa diputuskan tempat (posko) pengumpulan uang maupun sembako.
3. Hari rabu & kamis akan disebarkan edaran kepada seluruh warga. Isinya kurang lebih mensosialisasikan keberadaan Lumbung Pangan di RT kami. Kemudian menghimbau kepada masyarakat yang mungkin diberikan kelapangan rizki untuk menjadi donatur sesuai kemampuannya. Bantuan bisa dalam bentuk uang, sembako dan lain sebagainya
4. Pak RT dan tim akan mendata warga dilingkungan kami yang terkena PHK atau di pekan2 mengalami kesulitan mencari nafkah akibat pandemi ini
5. Setiap minggu pagi akan direkap oleh tim, perolehan bantuan di Lumbung Pangan. Dan rencananya setiap minggu sore, bantuan2 tersebut akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan (khususnya yang terdampak secara ekonomi akibat covid 19 ini)
6. Progran ini In Syaa Allah akan terus dijalankan oleh lingkungan kami sampai waktu yang belum ditentukan
7. Nantinya ujung tombak dari Lumbung Pangan ini adalah Ibu2 kader Posyandu di lingkungan kami, tentu dengan dibantu dengan pemuda/i lingkungan.

Sampai tulisan ini dibuat, pak RT dan tim sedang ikhtiar melobby rumah salah satu warga yang lokasinya startegis, tempatnya lapang, untuk dijadikan posko Lumbung Pangan RT kami.

Karena tentu tidak mudah mencari keluarga yang siap direpotkan, rumahnya menjadi posko sembako dan dana. Tentu itu menjadi tantangan tersendiri bagi rumah dan keluarga tersebut 😎😊

Mohon doa dari teman, sahabat sekalain.
Agar ikhtiar solidaritas berbasis RT dengan membangun Lumbung Pangan ini bisa teralisasi.

Saya membayangkan bila seluruh RT di Provinsi Lampung membuat Lumbung Pangan, membangun solidaritas antar warga. Tentu dampak negatif, khusunya ekonomi masyarakat akibat pandemi ini bisa sedikit kita minimalisir.

Dan tentu ini bukan berarti kita tidak percaya dengan upaya pemerintah daerah maupun pusat dalam menangani masalah ini. Sambil menunggu ikhtiar pemerintah berjalan, tidak ada salahnya masyarakat di lapis bawah pun massif bergerak.

Yang pasti musibah covid 19 ini kita belum tahu sampai kapan berakhir. Dibutuhkan solidaritas antar seluruh komponen yang ada. Apalagi masyarakat Indonesia dikenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan, guyub dan gotong royong.

Mari bersama kita jaga nilai-nilai tersebut

Hello, saya salah satu wartawan di infogeh.net, jika ada yang keliru dengan informasi ataupun berita yang saya berikan, mohon untuk kira nya memberitahu saya melalui komentar dibawah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here