Ketua P2TP2A Lamtim : Kekerasan Da Kejahatan Terhadap Anak Menghawatirkan

GERBANGREPUBLIK.COM – ( Mataram baru). Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Mataram baru Lampung Timur.
Pusat Pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak(P2TP2A) kabupaten Lampung timur mengadakan sosialisasi UU perlindungan terhadap perempuan dan anak dan UU tentang perdagangan manusia (Human trafking), Rabu ( 19/07/17).

Acara di hadiri oleh bupati Lampung timur yang di wakili Asisten 1 Drs.Tarmizi,Kadis Pemberdayaan perempuan dan Pengendalian penduduk (DisPPdalduk) Lampung timur Drs.Farida Nurma,Camat Mataram baru,kepala Uptd pendidikan Mataram baru, kepala desa sekecamatan mataram baru ,forum anak dan masyarakat sekitar.

 Dalam sambutannya Bupati Lampung Timur yang di bacakan Oleh Drs.Tarmizi sebagai Bupati dan atas nama Pemerintah akan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan masalah yang bisa bisa saya katakan adalah masalah krusial dalam kekerasaan terhadap perempuan dan anak juga terhadap perdagangan manusia(Human trafiking).

” Pemerintah daerah Lampung tidak main main dalam hal ini, maka saya mengajak ke pada seluruh masyarakat Lampung timur untuk tidak takut melapor apa bila ada kejadian kejadian kekerasan terhadap anak dan perempuan juga bila ada perdagangan manusia,” ujarnya.

ketua P2TP2A Lampung timur Lailatul khoria mengatakan”mengapa Kami harus melakukan sosialisasi ini,agar masyarakat mengerti  tentang UU perlindungan anak dan Perdagangan manusia.

Kejahatan terhadap ini sudah sangat sangat memprihatin, dari tahun ke tahun kejahatan terhadap perempuan dan anak terus meningkat, tahun ini saja mulai Januari sampai dengan Juli 2017 P2TP2A Lampung timur telah mendampingi 17 kasus.

” Beberapa kecamatan di Lampung timur yang telah kami garis bawahi sebagai Zona merah, cuma saya mohon Ma’af belum bisa menyebutkan kecamatan mana saja yang masuk Zona merah” ujarnya mengakhiri.

sementara Camat Mataram baru Drs.Siswanto mengatakan” sangat mendukung sepenuhnya tentang sosialisai ini bahkan Dia berharap agar kegiatan ini dapat di adakan minimal per Triwulan” ujarnya (Kemas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here