oleh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung: Kami Terima Status Zona Merah

infogeh.net, Bandar Lampung – Meski beda pendapat soal zona merah, Kepala Dinas Kota Bandar Lampung menyatakan menerima penetapan status tersebut bagi Kota Tapis Berseri oleh Pemerintah Pusat.

“Kami menerima status tersebut katena yang menyatakan zona merah adalah Pemerintah Pusat,’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli usai rapat terbatas dengan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Lampung, Rabu, 29 April 2020.

Ia mengaku sempat kaget mengapa Bandar Lampung masuk zona merah. Edwin berpendapat sebenarnya Bandar Lampung tidak perlu status zona merah. Pihaknya beranggapan definisi zona merah antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Bandar Lampung berbeda.

“Definisi mereka (pemerintah pusat.red) yang turunan misalnya pasein Covid-19 menularkan kepada anak dan istrinya di Bandar Lampung. Nah, itu kata mereka masuk zona merah. Kalau kata kita enggak, kita melihat itu hasil impor case dari luar Lampung. Tapi yaudah gpp kita terima, harus kita terima,” katanya.

Oleh sebab itu hal yang terpenting adalah penanganan terhadap masyarakat yang masih bandel, berkeluyuran kemana-mana. Kemudian untuk opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih dilakukan kajian dan pelajari.

“PSBB ini masih kita pelajari, karena PSBB itu membutuhkan biaya yang banyak. Tetapi pra-PSBB, mungkin kita akan lakukan latihan atau semacamnya,” katanya usai rakor bersama di Posko Satgas Terpadu Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Lampung.

Kemudian ia mengatakan pihaknya bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Bandar Lampung serta personil TNI/POLRI akan melakukan patroli keliling kota untuk melakukan penertiban seperti membubarkan yang nongkrong diberbagai titik keramaian dan sebagainya.

Berdasarkan data Bappeda Provinsi Lampung, Rabu, 28 April 2020 terdata kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada 26 kasus, sembuh 11 orang, meninggal 4 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 4 orang, PDP Meninggal 3 Orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 97 orang.

Komentar

Berita Terkait