Kapolsek Katibung, Bantah Terima Jatah Upeti Dari Pengusaha Tambang Mas, Yang Diduga Ilegal

Lampung Selatan, (ZL),–Dugaan, terima jatah upeti sebagai uang pengamanan, dari pengusaha tambang batu mulia logam mas, yang mencatut instutusi Kepolisian Sektor Katibung, Kecamatan Katibung,  Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) nampaknya berbuntut panjang.

Kapolsek Katibung, Kecamatan Katibung Kabupaten Lamsel. IPTU. Wido Dwi Arifiya Zaen, mewakili Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo, ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp-nya membantah mengenai adanya jatah pengamanan terhadap pihaknya tersebut. “Kalaupun ada jatah, penerimaannya harus ada bukti ndan,” Demikian pesan WhatsApp yang dikirimkan Wido kepada media ini, pada sabtu (01/02/2020).

Yang jelas tambah dia, dengan adanya informasi dugaan terima jatah upeti tersebut. Mantan Kapolsek Abung Timur Kabupaten Lampung Utara ini, berjanji akan mengambil langkah tegas mengenai adanya dugaan terima jatah pengamanan.

“Pada intinya, saya tidak berani mengatakan benar atau tidak, karena anggota saya ada 25 personel, dan saya belum tahu kalau ada anggota yang bermain dibelakang saya, yang jelas jika terbukti maka saya koordinasikan dengan pihak propam untuk dilakukan penanganan internal,” ungkapnya.

Tindak tegas, menurut perwira pertama dengan dua balok kuning yang menempel dipundaknya itu tak hanya dilakukan terhadap anggota polsek setempat saja. Bahkan kegiatan usaha tambang batu mulia logam mas, di Dusun Umbul Teluk, Desa Sidomekar Kecamatan Katibung Lamsel tersebut, yang diduga illegal akan disikapi.

Anggota yang mengenakan seragam warna cokelat ini, berencana dalam waktu dekat akan menurunkan tim guna membuktikan adanya dugaan pertambangan batu mulia logam mas illegal tersebut. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan kroschek, namun sebelumnya kami akan berkoordinasi dengan Satreskrim bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lamsel terlebih dahulu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tambang batu mulia logam mas yang terletak di Dusun Umbul Teluk, Desa Sidomekar Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga illegal. Mirisnya lagi, meski tambang liar tersebut telah berjalan hampir satu tahun setengah, sayangnya hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak yang berwajib.

Kendati belum memiliki dokumen perizinan pertambangan lengkap, namun para pengusaha ini tetap menjalankan aktifitas kegiatan penambangan, hal ini diduga lantaran telah mengeluarkan uang sebesar Rp. 30 juta, yang merupakan sebagai uang izin pengamanan untuk kepolisian, TNI dan Pemerintah Lamsel.

“Benar tidak ada izinnya, tetapi awal kami buka usaha tambang ini, sudah mengeluarkan uang sebesar Rp. 30 juta, uang tersebut untuk Polsek, Koramil dan Kecamatan, selain itu setiap bulannya kami tetap memberikan jatah,” terang Hi. Nanang selaku pengusaha tambang batu mulia logas mas, kepada wartawan kemarin pada Jum’at 31/01/2020). (Raka/Hbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here