Kabar Duka, Tukang Pijat Berstatus PDP di Pesisir Barat Meninggal

infogeh.net, Lampung Barat – Seorang warga Pekon Negeriratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), meninggal dunia, Kamis, 23 April 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko melalui Kabid P2P, Lisma Yunita, ditemui di kantornya mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyusun laporan untuk segera disampaikan ke Pemprov Lampung. Ia membenarkan bahwa seorang pasien PDP telah meninggal dunia.

“Ya sudah meninggal dunia, sekitar pukul 05.00 wib subuh tadi sudah dimakamkan. Pemakamannya sesuai prosedur protokoler covid-19 sudah dilakukan pemulasaran dan lainnya,” kata Lisma.

Disinggung apakah PDP yang meninggal itu positif korona, Lisma mengatakan pihaknya belum dapat memastikan. Karena saat ini masih dalam proses pembuatan laporan untuk disampaikan kepada pihak provinsi Lampung. Menurutnya, keterangan resmi nanti akan diberikan usai laporan selesai disusun.

“Untuk ekspos berita lengkapnya nanti. Kami sekarang sedang menyusun laporan untuk segera di laporkan ke provinsi. Saya juga sudah koordinasi dengan pak Kadis tentang hal ini. Memang belum ada pernyataan resmi dari kami, coba tanya langsung dengan pak kadis,” kata Lisma.

Menurut Lisma, pasien PDP tersebut belum sempat dibawa ke Bandar Lampung untuk mendapat pemeriksaan dan pengobatan lanjutan. Baru persiapan untuk berangkat tapi ajal lebih dahulu menjemputnya.

“Ya pasien masih persiapan rujuk. Belum sempat ke Bandar Lampung, masih dirawat di RSUD KH M Thohir Krui. Pasien meninggal sekitar pukul 22.39 wib,” kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan tracking riwayat aktifitas dan perjalanan pasien, juga trcking dan telah mengetahui siapa orang yang telah kontak dengan PDP yang meninggal tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Lampost.co, pasien PDP yang meninggal adalah warga berinisial H (70) asal pekon Negeri Ratu Tanumbang, kecamatan Pesisir Selatan kabupaten Pesisir Barat.

H yang berprofesi sebagai tukang pijat tersebut, diketahui mengurut seseorang yang baru saja pulang dari daerah Bekasi. Selang beberapa waktu, H mengalami gejala yang mengarah ke covid 19. Kemudian dia ditetapkan sebagai PDP dikarenakan telah melakukan kontak fisik dengan seseorang yang berasal dari luar daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here