Jumat Kliwon ! Dentuman Misterius dari Dalam Tanah Di Tanggamus

infogeh.net, Tanggamus – Suara dentuman misterius ramai terdengar oleh warga Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Kamis (28/1), pukul 21.05 WIB.

“Jumat Kliwon, bunyi ledakan tum dari dalam tanah,” tulis anggota DPRD Tanggamus Irsi Jaya di facebook dan WA Grup RMOLLampung.

Masyarakat setempat ramai menuliskan kesaksian atas apa yang mereka dengar tersebut lewat berbagai media sosial. Namun, tak ada yang biasa menjelaskan suara apa dan asalnya dari mana. Berbagai spekulasi bermunculan, mulai dari gempa, petir, hingga meteor.

Di Kabupaten Tanggamus juga kerap muncul awan berbentuk seperti piring terbang raksasa seperti dalam foto fenomena awan Altocumulus lenticulalris di langit Kabupaten Tanggamus Lampung, Jumat (25/12/2020).

Baca Juga Yuk :  Selamat Atas Dilantiknya Capt. Dr. Willem Nikson Sitompul APU, M.Mar Sebagai Rektor Institut Maritim Prasetiya Mandiri

Rekan Irsa Jaya, Ndi mengatakan dua rekannya dari lokasi berbeda melihat ada cahaya seperti meteor yang tak lama kemudian terdengar suara ledakan tersebut.

Adnan, warga Kecamatan Semaka, melihat ada benda seperti meteor yang ekornya panjang berwarna biru bercahaya yang meluncur jatuh ke permukaan bumi.

Ummu Azizah, warga Pekon Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus menjelaskan, dentuman yang terdengar sangat keras dan terdengar di beberapa kecamatan.

“Suaranya menggelegar, tapi bukan petir,” tulis Ummu Azizah, warga Pekon Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus lewat instagramnya.

Baca Juga Yuk :  Selamat Atas Dilantiknya Capt. Dr. Willem Nikson Sitompul APU, M.Mar Sebagai Rektor Institut Maritim Prasetiya Mandiri

Menurut dia, ada getaran di kaca rumah. “Tapi, tak ada yang bisa mengira suara ledakan apa itu. Karena, jika suara petir atau geluduk, tak ada hujan,” ujarnya.

BMKG Lampung tidak medeteksi adanya titik gempa di wilayah atau perairan Kabupaten Tanggamus. Lembaga ini juga tak melihat adanya awan yang berpotensi hujan.

Ada juga warga yang mengaitkannya dengan hujan dan petir serta gempa bumi M 3.2 di lepas pantai 35 Km Timur Laut, kedalaman 6 Km antara Kepulauan Enggano dan Provinsi Bengkulu, Kamis (28/1), pukul 21.54 WIB.