Jokowi Pertimbangkan Revisi UU ITE, Adhie Massardi: Berpikirnya Makin Ajaib, Makin Enggak Jelas

infogeh.net, Nasional – Ada yang salah memaknai Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sehingga pelaksanaannya keliru bahkan tak bisa membedakanmana kritik, mana hinaan.

Hal tersebut disampaikan oleh mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi berkenaan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang membuka ruang untuk meminta DPR RI merevisi UU ITE bila tidak memberi rasa keadilan.

“Makin enggak jelas, cara berpikirnya makin ajaib. Tidak ada yang salah pada UU ITE atau UU apa pun,” kata Adhie Massardi seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL dari akun Twitternya, Senin (15/2).

Baca Juga Yuk :  Eva Dwiana Diminta Wujudkan Pembangunan yang Bersinergi

Menurut Adhie, yang jadi persoalan saat ini bukanlah pasal-pasal yang terkandung dalam UU ITE, melainkan pelaksanaannya oleh aparat berwenang. Hal itu diperparah dengan pola pikir para pejabat yang seringkali keliru dalam membedakan kritik dan hinaan.

“Yang tidak bisa memberikan rasa keadilan itu manusia pengendali UU alias aparat penegak hukumnya. Para pejabat juga norak, enggak bisa bedakan mana kritik mana hinaan. Harus pada belajar lagi,” jelasnya.

Baca Juga Yuk :  Wow, Uang Mahar 18 Miliar Disetor ke PKB Lampung Tengah, Apakah akan Merembet ke Partai lain?

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mempertimbangkan untuk meminta DPR RI merevisi UU ITE yang di dalamnya terdapat beberapa pasal karet. Pernyataan presiden ini pun telah ditanggapi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

“Pemerintah akan mendiskusikan inisiatif untuk merevisi UU ITE,” kata Mahfud MD.