Jalan Rusak Parah, Warga Tanjung Bintang Minta Kejelasan Pemerintah

infogeh.net, Tanjung Bintang – Jalur utama penghubung Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan sepanjang kurang lebih 10 Km tepatnya mulai dari masuk Jalan Ir. Sutami ke arah Jalan Raya Serdang hingga Pasar Induk Tanjung Bintang rusak berat dan banyak berlubang.

Tak pelak kondisi tersebut, dikeluhkan ratusan pengendara yang tiap harinya melintas jalan tersebut. Kondisi jalan yang sempit, juga membuat pengendara kesulitan untuk melintas. Kondisi ini semakin diperparah, apabila jika ada kendaraan mobil-mobil besar melintas jalan tersebut membuat kemacetan panjang.

Makin parah lagi, saat hujan deras mengguyur kawasan Tanjung Bintang membuat jalan tersebut terjadi kubangan seperti sawah. Bahkan untuk di titik tertentu, sering terjadi banjir hingga setinggi lutut orang dewasa akibat tidak adanya drainase disekitaran jalan

Baca Juga Yuk :  Derita Ayam Saat Disabung, Polisi Lepaskan Lima Tembakan

Robi warga yang tinggal disekitaran pinggiran jalan mengaku saat hujan deras, sering terjadi banjir dan masuk ke pemukiman warga. Bahkan di lokasi jalan, juga sering terjadi kecelakaan dan banyak pengendara terjatuh akibat terpeleset.

“Iya sering kecelakaan disekitaran sini, karena jalan licin. Apalagi kalau berbarengan dengan kendaraan besar lewat, banyak yang kelabakan pengendara motor terutama ibu-ibu. Harapannya ya semoga pemerintah segera memperbaikinya,” ungkap Robi.

Sementara itu, Wawan pengendara motor asal Merbau Mataram yang tiap harinya melewati jalan tersebut, juga turut prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Terlebih jalan itu merupakan penghubung ekonomi masyarakat di tiga kecamatan dan bahkan terhubung ke Lampung Timur.

Baca Juga Yuk :  Inilah Alasan Pemeran 'Andin' Diganti

“Iya turut prihatin dengan kondisi jalannya, padahal Bupatinya dari Tanjung Bintang, tapi malah belum ada perbaikan. Tolong pemerintah mohon perbaikannya,” ujar Wawan.

Dari informasi yang dihimpun Lampungpro.co berdasarkan cerita warga sekitar, jalan tersebut terakhir diperbaiki pada tahun 2015 lalu. Namun saat itu, perbaikannya dinilai kurang layak untuk dilewati kendaraan-kendaraan besar tiap harinya. Dari pantauan disepanjang jalan, beberapa titik ada yang rusaknya bervariasi.