Ini Kata Zulkifli Hasan Pada Pelantikan Pengurus Angkatan Muda Badik Lampung

infogeh.net, Lampung – Ketua Umum Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FKPLP), Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. melantik dua kepengurusan sekaligus yaitu Angkatan Muda Badik Lampung (AMBL) periode 2021-2025 dan Persatuan Pendekar Lampung (PPL) periode 2021-2023 untuk kepengurusan Dewan Pengurus Pusat dan 15 kabupaten/kota se-provinsi Lampung.

Agenda tersebut masuk ke dalam rangkaian acara yang digelar panitia pelantikan hari ini, Sabtu, 20 Februari 2021 di Hotel Swiss-Belhotel, Bandar Lampung. Dengan mengusung tema “Kita Tingkatkan Semangat dan Kinerja Generasi Muda Lampung dalam Menyukseskan Pembangunan Lampung”, ketua panita, Yovi Humara menyampaikan bahwa acara pelantikan ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi juga ajang memperkenalkan kepada khalayak ramai organisasi AMBL dan PPL.

Baca Juga Yuk :  Polisi Amankan Pengguna Sabu dan Plat Bodong Lampung Timur

Selanjutnya Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan yang juga sebagai Dewan Pembina organisasi AMBL dan PPL yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terkait pandemi Covid-19 ini adalah nyata. Sudah selayaknya kita semua mematuhi protokol kesehatan untuk meminimalisir efeknya. Pandemi ini juga berekses pada sektor ekonomi. Maka, vaksin yang sudah mulai diaplikasikan di beberapa daerah dan tingkatan kita apresiasi dengan baik.

Kemudian Zulhas menambahkan bahwa Perhelatan ini lahir juga karena rasa keprihatian yang dirasakan oleh anak muda Lampung. Jika hari ini persaudaraan mulai memudar, maka sebenernya bukan hanya generasi muda yang salah, tapi kita semua. Oleh karena itu, kita semua berkewajiban untuk terus memupuk rasa persaudaraan dan perjuangan sesama anak bangsa. Jangan sampai kita terpecah belah karena beragam isu yang dapat membuat anak bangsa tercerai berai.

Baca Juga Yuk :  Tak Tanggung - Tannggung , Chandra Siapkan Tiga Mobil untuk Gebyar Undian Periode Baru

Beliau menambahkan lagi, keanekaragaman budaya dan adat istiada termasuk budaya Lampung harus dibina. Ini berkaitan dengan keadaan demokrasi saat ini yang bernuansa transaksional dan cenderung melahirkan masalah-masalah sosial. Bila kita bisa mebina dan melestarikan budaya yang telah ada ini, insya Allah bisa meminimalisir problamtikaa sosial di masyarakat. (WAPP)