India Bersiap ! Terima Vaksinasi Covid-19 Terbesar Dunia

infogeh.net, India – Maskapai asal India, SpiceJet, menerbangkan kiriman vaksin Covid-19 dari Kota Pune ke Ibu Kota New Delhi pada Selasa, 12 Januari 2021, sebagai persiapan untuk apa yang disebut pihak maskapai sebagai proses vaksinasi terbesar di dunia.

Maskapai swasta akan mengirimkan vaksin curah ke sejumlah kota, seiring dengan upaya otoritas negara-negara bagian untuk meluncurkan proses distribusi.

“Hari ini menandai fase yang panjang dan menentukan dalam perjuangan India melawan pandemi, dan SpiceJet bangga dalam membantu proses vaksinasi terbesar dalam sejarah umat manusia,” ujar Direktur SpiceJet Ajay Singh.

Baca Juga Yuk :  Berdasarkan Value, Deddy Corbuzier Usulkan Raditya Dika untuk Edukasi Vaksin

Infeksi Covid-19 di India meningkat 12.584 kasus pada Selasa, penambahan harian terendah dalam beberapa bulan terakhir, sehingga jumlah keseluruhan kini mencapai 10,48 juta dan jumlah kematian tercatat sebanyak 151.327 kasus, naik 167 kasus dari hari sebelumnya.

Para pejabat otoritas kesehatan di beberapa negara bagian India menyatakan bahwa mereka telah siap untuk menerima kiriman vaksin tersebut. Di Negara Bagian Gujarat, wilayah kampung halaman Perdana Menteri Narendra Modi, para pejabatnya menyebut distribusi vaksin merupakan prioritas utama mereka.

“Vaksin-vaksin ini akan dibawa dari bandara ke tempat penyimpanan dingin, dan dikirimkan dengan cepat ke lokasi lokasi vaksinasi,” ujar Nitin Patel, wakil menteri Negara Bagian Gujarat.

Baca Juga Yuk :  Messi Terancam Larangan Tampil Hingga 12 Pertandingan, Ini Alasannya!

Pada hari yang sama, pemerintahan Modi menandatangani kesepakatan dengan produsen vaksin yang berbasis di Kota Pune, yakni Serum Institute of India, untuk membeli vaksin Covishield, sepekan setelah otoritas menyetujui penggunaannya.

Pejabat senior pemerintahan sedang membahas rincian kesepakatan dengan Serum Institute, dan mengharapkan harga vaksin dapat turun menjadi di bawah tiga dolar AS (di bawah Rp42.000) per satu dosis. Negosiasi itu sempat menunda pelaksanaan program vaksinasi.

berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampost