Hendak Memperbaiki Kamera, Mahasiswa Undip Asal Lampung Kehilangan Nyawa

Kondisi mobil yang dikendarai M. Amiruddin usai kecelakaan tunggal di di KM 11. 00C/A, dekat Exit Tol Gayamsari atau samping Waterblaster, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2018).
infogeh.com, Seorang Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Amiruddin (22) yang tewas pada kecelakaan lalu lintas di KM 11. 00C/A, dekat Exit Tol Gayamsari atau samping Waterblaster, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/2/2018), sekitar pukul 12.25 WIB., diketahui akan memperbaiki kamera.
“Infonya akan perbaiki kamera mirorless, untuk persiapan kegiatan,” kata teman korban, Adam (18) saat ditemui di rumah duka, Jalan Cengkeh, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung, Minggu (11/2/2018) sore.
Korban adalah mahasiswa Fakuktas Teknik Undip, Jurusan Teknik Mesin. Menurut Adam, keluarga korban ketika mengetahui kabar duka tersebut langsung bertolak ke Semarang untuk menjemput putranya. Beberapa tetangga tampak berbelasungkawa di rumah duka di Jalan Cengkeh, Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung. Suasana haru mengiringi rumah duka, meskipun tampak sepi.
Menurut Adam, Amiruddin memiliki kepribadian yang baik. Dia sangat loyal dan royal. Amiruddin juga sangat peduli kepada teman-temannya. “Kalau teman ada apa-apa, responnya cepat,” kata dia.
Dia pun mengetahui informasi kecelakaan Amiruddin dari grup Polresta Semarang. Awalnya tidak percaya, tetapi ketika melihat identitas, langsung yakin. “Kami teman-teman Amiruddin di sini langsung cari info,” kata Adam.
Informasi dari Humas PT Jasa Marga Semarang, Riyono mengungkapkan, korban diketahui masuk dari pintu tol Tembalang hendak menuju ke arah exit tol Gayamsari. Mobil Jazz berplat nomer BE 2098 YT itu melaju dalam kecepatan tinggi. “Dari pantauan CCTV, terlihat korban mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi dan terlihat oleng. Mobil terpelanting setelah menabrak besi pembatas,” kata Riyono.
Dugaan sementara, korban tidak dapat menguasai mobil dan menabrak pembatas jalan tol. Saat ditemukan, posisi korban tergeletak di jalan dengan badan tertelungkup dan safetybelt masih melekat.
Posisi tersebut ditemukan saat petugas Jasa Marga dan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Jateng melakukan pertolongan pertama. Saat petuga tiga di tempat kejadian perkara, korbam masih bernafas. Namun saat kita bawa ke rumah sakit, meninggal dunia dalam perjalanan. 
Berita ini sudah dipublikasikan dihalaman resmi lampungpro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here