Heboh! Tertangkapnya Buronan Perampok Rumah dan Konter Handphone di Tanggamus Lampung

infogeh.net, Tanggamus – Pelarian Amin (39), buronan kasus pembobolan rumah dan konter ponsel di Tanggamus, Lampung, berakhir. Ia ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di Perkebunan Talang Naryo, Pekon Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Tanggamus.

Butuh perjuangan ekstra yang dilakukan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus dan Polsek Pulau Panggung untuk menangkap pelaku di tempat persembunyiannya. Selain mengendarai motor selama 2 jam, polisi juga harus berjalan kaki hingga 2 jam untuk bisa mencapai lokasi persembunyian pelaku.

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora mengatakan penangkapan tersangka dilakukan dengan diback-up Tekab 308 Polres Tanggamus.

“Tersangka ditangkap saat berada di gubuk perkebunan Talang Naryo Pekon Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan, pada Rabu tanggal 15 April 2020 sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2020).

Iptu Ramon mengakui bahwa penangkapan tersangka tersebut tergolong melelahkan. Sebab, perjalanan menuju ke gubuk tempat persembunyian tersangka membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam.

“Tim harus menaiki sepeda motor dari Polsek Pulau Panggung dengan waktu sekitar 2 jam. Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 2 jam lagi hingga mencapai gubuk persembunyian tersangka,” ungkap Iptu Ramon.

Tiga Kasus Kejahatan

Tersangka Amin merupakan buronan polisi karena diduga terlibat dalam tiga kasus kejahatan sekaligus. Pertama, terkait laporan tanggal 12 Oktober 2019 dengan TKP Pekon Wayharong Kecamatan Air Naningan. Korbannya yaitu Wilday Rosyadi (26) yang kehilangan 2 unit smartphone, serta 200 bungkus rokok di warungnya senilai Rp 5 juta.

Kasus kedua yaitu laporan tanggal 6 Nopember 2019 dengan TKP Dusun Sukarame Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan. Korbannya Tri Utami (28) yang kehilangan sepeda Motor Honda Beat BE-4716-ZH dan uang tabungan senilai Rp 17 juta.

Sedangkan kasus yang ketiga yakni laporan tanggal 7 November 2019 dengan TKP Pekon Air Naningan Kecamatan Air Naningan. Korbannya yaitu Wedi Ahromi (31) yang kehilangan 20 unit smartphone baru berbagai jenis senilai Rp 50 juta.

Dari penangkapan tersangka, kata Ramon, terungkap bahwa pelaku telah melakukan aksinya di dua TKP seorang diri, sedangkan di TKP lainnya dilakukan bersama rekannya. Tak cuma itu, terdapat kasus pencurian lainnya yang dilakukan tersangka bersama rekannya di Pekon Way Harong Kecamatan Air Naningan dengan mengambil ponsel. Namun, korbannya saat itu tidak melaporkan perkara tersebut.

“Berdasaran inventarisir, ada tiga TKP yang telah dilaporkan korban. Sementara ada 1 kejadian yang dilakukan bersama rekannya, namun korban tidak melapor,” jelas Ramon.

Kapolsek menjelaskan, bahwa modus tersangka melakukan kejahatannya yaitu dengan mendatangi TKP enggunakan sepeda motor. Kemudian, pelaku memanjat rumah dan membobol atap serta plafon menggunakan besi hingga kait kayu yang telah dipersiapkan.

“Dari tersangka juga berhasil diamankan barang bukti 1 unit sepeda motor jenis Yamaha Vega Trodol warna hitam dan 1 pengait terbuat dari pohon kopi sepanjang 1,5 meter. Alat lain masih dalam pencarian,” ujarnya.

Dijual ke Jakarta

Barang bukti lainnya juga masih dalam pencarian. Menurut Kapolsek tersangka mengaku menjual barang bukti hasil kejahatannya di Jakarta bersamaan saat dirinya melarikan diri usai beraksi.

“Jadi, setelah melakukan pencurian, barang bukti dijual tersangka ke Jakarta. Setelah itu, dia kembali ke Air Naningan dan bersembunyi di perkebunan tersebut,” jelasnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolsek Pulau Panggung untuk proses penyidikan lebih lanjut. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun disetiap perkaranya,” pungkasnya.

Sementara itu, dihadapan penyidik, tersangka mengaku telah 4 kali melakukan pencurian. “Usai mencuri handphone di counter, semuanya saya bawa ke Jakarta dan dijual borongan mendapatkan uang Rp 7 juta,” kata dia.

Tersangka juga mengaku telah menghabiskan uang hasil kejahatannya untuk kebutuhan sehari-hari selama melarikan diri ke Jakarta dan di perkebunan.

“Uangnya sudah habis dipakai untuk melarikan diri ke Jakarta dan kehidupan sehari-hari di kebun,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here