Heboh ! Banjir Gletser di India, Ratusan Orang Menghilang

infogeh.net, India – Setidaknya 26 orang dikonfirmasi meninggal dunia dan lebih dari 170 lainnya dinyatakan hilang dalam musibah banjir di India utara yang dipicu pecahnya sebuah gletser dari pegunungan Himalaya.

Pecahan gletser yang memicu banjir bandang menerjang lokasi proyek pembangkit listrik tenaga air dan jembatan di distrik Chamoli, Uttarakhand pada Minggu kemarin.

Kepala Kepolisian Uttarakhand Ashok Kumar mengatakan 26 jenazah telah ditemukan hingga Senin malam, sementara 170 lainnya masih dinyatakan hilang. Sebagian besar mereka yang tewas atau hilang diyakini sebagai pekerja proyek PLTA. Kumar mengatakan sekitar 25 orang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian.

Baca Juga Yuk :  Detik-detik Truk Muatan Paket Didalam Kapal Merak Bakauheni Terbakar, Penumpang Panik

Terjangan air membawa bongkahan gletser merusak dua situs proyek PLTA dan lima jembatan di jaringan sungai Alaknanda. Air banjir juga menerjang beberapa ruas jalan dan perumahan, memaksa otoritas setempat mengevakuasi sejumlah desa.

Menteri Energi India RK Singh melaporkan adanya 34 pekerja yang terperangkap di dalam sebuah terowongan sepanjang 2,5 kilometer di sebuah situs PLTA. Akses menuju terowongan tersebut terputus terjangan banjir bercampur material lumpur dan bebatuan.

“Kami telah membersihkan area sedalam 70 meter di terowongan. Kami berusaha menggali hingga 180 meter lagi, dan berharap para pekerja masih hidup,” ujar Singh, dilansir dari The New Daily pada Selasa, 9 Februari 2021.

Baca Juga Yuk :  Tragis! 18 Pedemo di Myanmar Tewas Ditembak Polisi

“Sejauh ini belum ada komunikasi yang terjalin dengan mereka,” sambungnya.

Warga desa Raini tempat pecahnya gletser Himalaya mengaku mendengar suara kencang saat kejadian. Mereka juga melihat terjangan air dalam jumlah besar yang mengalir deras di jaringan sungai Alaknanda.

“Sebelum kami mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, terjangan air sungai telah menghancurkan area sekitar,” tutur Dharam Singh, seorang warga lokal.

Tim respons bencana negara bagian dan nasional, termasuk Angkatan Darat dan penyelam dari Angkatan Laut, telah dikerahkan ke lokasi kejadian.