Gubernur Lampung Ambil Alih Pimpinan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Siapkan Anggaran Rp246 Miliar

Menyesuaikan edran Menteri Dalam Negeri (mendagri), Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung langsung diambil alih oleh Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi. Pemprov juga mengiapkan anggaran Rp246 miliar untuk percepatan penanganan Covid-19.

“Selama ini Ketua Gugus Tugas dipegang oleh Kepala BPBD di beberapa daerah. Sedangkan di Lampung saya memberi kepercayaan kepada Kepala Dinas Kesehatan. Menindaklanjuti Surat Mendagri terkait kondisi darurat Kesehatan, maka untuk Ketua Gugus Tugas di Lampung langsung dikendalikan oleh Gubernur,” kata Arinal Djunaidi, saat bertemu Pimpinan Redaksi, di ruang rapat utama Gubernur Lampung, Rabu 1 April 2020.

Gubernur Arinal mengklaim bahwa Pemprov Lampung sejak Januari 2020 telah bekerja dan mengatisipasi perkembangan virus Corona. Dan pada tanggal 13 Maret 2020, Lampung sudah menyatakan darurat Covid-19. “Kita bekerja sangat maksimal tidak ada waktu lagi kecuali bekerja untuk mengatasi virus corona. Semua elemen, mulai dari jajaran Kepolisian, TNI, OPD dan intansi terkait sudah kerja maksimal,” kata Arinal.

Gubernur menyebut bahwa perkembangan Covid-19 yang sangat cepat, membuat semua jajaran pemerintah bekerja lebih keras lagi. Termasuk para para Bupati dan Walikota di Lampung, yang juga sudah bekerja maksimal. “Terkait peristiwa yang tidak kita inginkan seperti kejadian terburuk meninggalnya pasien 02 corona, takdir sudah menentukan,” kata Arinal, didampingi Wagub, dan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumai.

Selain Wagub, dan Ketua DPRD, Mingrum Gumay, juga hadir Kapolda Lampung Irjen Pol. Purwadi Arianto, Danrem 043/Gatam, Kol. Inf. Taufik Hanafi, Danlanal, Danbrigid. dan anggota Forkopimda lainnya, Sekdaprov Ir. Fahrizal Darminto, MA, Kadiskes dr. Reihana, MKes, Kadis Kominfo, dan sejumlah kepala OPD lainnya.

Terkait adanya penolakan jenazah pasien corona, Gubernuur berharap ke depan tidak terjadi lagi. Gubernur juga berharap semua pasien positif dapat disembuhkan dan PDP dapat berkurang sehingga April 2020, virus Corona di Lampung dapat diatasi dan hilang dari Lampung.

Wagub Lampung Chusnunia menyampaikan bahwa koordinasi dalam penanganan pencegahan virus Corona dengan para bupati/walikota dan instansi terkait berjalan sangat baik.

Sedangkan Ketua DPRD Lampung Mingrum Gumay, mengatakan dibutuhkan kebersamaan semuanya untuk menangani Covid-19 di Lampung. Diharapkan dengan sistem yang sinergis dapat diantisipasi pencegahan. Bila perlu dilakukan by name by adress untuk memantau masyarakat dari luar yang masuk ke Lampung. Sehingga bisa terdeteksi semua.

Dalam pertemuan ini juga terjadi dialog panjang antara Pemred dengan Gubernur, Wagub dan pejabat terkait. Gubernur juga memberi kesempatan seluas-luasnya kepada wartawan untuk memberi masukan. Nantinya juga akan ada juru bicara Covid-19 Provinsi Lampung dan Sekretariat. “Sehingga mempermudah bagi wartawan untuk melakukan komunikasi terkait pencegahan dan penanganan virus Corona di Lampung,” kata Gubernur.

Anggaran Rp246 Miliar

Terkait anggaran , Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyiapkan anggaran Rp246 miliar untuk percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19). Dana tersebut berasal dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) Provinsi Lampung sebesar Rp135 miliar dan APBN Rp111 miliar

“Untuk APBD kita anggaran Rp135 miliar. Sedangkan APBN kita siapkan Rp111 miliar. Jadi totalnya Rp246 miliar ini sangat berkorelasi dengan jumlah penduduk di Lampung,” kata Gubernur Lampung.

Menurut gubernur, anggaran tersebut akan digunakan untuk percepatan penanganan covid-19 di Lampung. Seperti penyiapan sarana prasarana dalam proses penyembuhan pasien positif corona. “Lalu, dari sisi keprotokolan kesehatan juga harus jelas. Jangan sampai, terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya keprotokolan itu harus jelas,” katanya.

Selain itu, kata Gubernur anggaran itu digunakan untuk pembinaan-pembinaan tenaga medis di Provinsi Lampung dalam menangani pasien positif covid-19. Sebelumnya Dinas Kesehatan Lampung dan Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) mengajukan anggaran sebesar Rp25 miliar guna percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here