Geger! Seorang Istri Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Untuk Suami, Singgung Menikah Tanpa Pacaran, Begini Isi Suratnya

infogeh.net, Viral – Sebelum perempuan berinsial AK (29) warga Ngemplak Boyolali mengakhiri hidupnya sempat menulis surat yang ditujukan kepada suaminya, Agus Santoso.

Diketahui dalam surat itu, ditulis pada Kamis (12/11/2020). Dalam surat itu, korban meminta maaf kepada suami karena belum bisa menjadi seorang istri yang baik.

Surat tersebut ditulis tangan di atas secarik kertas dengan menggunakan pena berwarna hijau.

Berikut isi surat tersebut:

Dear suamiku

Aku mohon maaf kalau selama nikah sama aku kamu gak bahagia dan hanya buat beban buat kamu.

Emang kita nikah tanpa ada pacaran dan aku paham kalau kamu sampai saat blm ada rasa sayang buat aku

tapi jujur aku sdh mulai sayang sama kamu makanya aku cemburu kamu ngomong sama wanita lain walaupun itu gak ketemu karena aku orangnya pencemburu, maafkan aku untuk semua kesalahan

Baca Juga Yuk :  Ferdian Paleka Youtuber Sampah Sudah Bebas ! Kok Bisa? Begini Video Penjelasannya

Aku gak mau pisah sama kamu karna aku sudah terlanjur sayang sama kamu, aku tau kalau aku gak bisa jadi istri yang baik buat kamu, aku punya banyak kekurangan gak seperti mantan mu yang selalu kamu banggakan, asal kamu tau kalau aku sudah berusaha jadi yang terbaik buat tapi semua itu gak ada artinya di matamu…

Karna kamu belum bisa menerima makanya aku seperti ini.

Demikian penggalan surat wasiat AK.

Perempuan itu mengakhiri hidupnya di sebuah rumah di Perumahan Violet Regency Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali.

Kapolsek Ngemplak AKP Arifin Suryani menuturkan, pemilik rumah Agus Santoso pada Kamis (12/11/2020) sekira pukul 08.00 WIB berangkat kerja.

Lalu, sekembalinya dari kerja pada pukul 21.30 WIB, Agus mencoba melihat ke rumah dan mendapati korban yang merupakan istri sirinya sudah dalam keadaan tergantung di dalam rumah.

Baca Juga Yuk :  Hari ini, 30.000 Hafiz dari Aceh Sampai Papua Serentak Gelar Murojaah Alquran

“Dan setelah melihat hal tersebut kemudian Agus mendekati korban yang sudah tidak bernafas dalam keadaan tergantung.

Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian,” ucapnya kepada Tribun Jateng ketika dikonfirmasi, Jumat (13/11/2020).

Lalu pihak kepolisan dari Polsek Ngemplak Boyolali mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Puskesmas Ngemplak dan Tim SAR Swakarsa Gonilan 79.

“Visum awal dari dokter RSUD Moewardi tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan,” ungkapnya.

Menurutnya, di lokasi kejadian ditemukan beberapa bukti yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Yakni kursi plastik earna oranye, kursi ringklik kecil terbuat dari kayu, dan tali yang terbuat dari kain warna biru tua,” jelasnya. (kan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here