Geger!! Pilkakon Banjir Gugatan, DPRD Didesak Bentuk Pansus

infogeh.net, Tanggamus – Carut marut pelaksanaan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak yang diikuti 770 calon dari 220 Pekon se-Tanggamus, Ketua Forum Kajian Kebijakan Daerah (Fookad) desak DPRD membentuk pansus.

Ketua Fookad Tanggamus mengaku prihatin dengan ‘banjirnya’ pengaduan masyarakat pasca pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat pekon 16 Desember lalu.

Mulai molornya pelaksanaan pencoblosan dari waktu yang sudah ditentukan, kurangnya sosialisasi dari panitia kepada calon pemilih khususnya pemula dan lansia, banyak surat suara yang dinyatakan tidak sah.

Fookad menyatakan sikap, meminta DPRD segera bentuk pansus, untuk menyikapi ketidak profesionalnya panitia pilkakon kabupaten dan panitia di tingkat pekon, yang mencederai demokrasi di level paling bawah tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan pilkakon yang banyak menyisakan persoalan-persoalan tersebut karena tidak profesional pada pelaksanaannya.

Hal itu disebabkan adanya peraturan baik Perda maupun Perbub tentang pilkakon serentak, tidak sejalan bahkan ada pasal-pasal yang tidak jelas terutama pasal yang mengatur suara sah dan tidak sah, ditambah ketidak profesionalannya panitia pilkakon terhadap surat suara yang dicoblos tembus simetris diangap tidak sah, seharusnya itu sah.

Ketidaksamaan pandangan terhadap suara sah dan tidak sah tersebut disebabkan kurang pahamnya panitia pelaksana terhadap aturan yang ada.

Hal itu juga diakibatkan desain surat suara yang tidak mempertimbangkan lipatan surat suara, kurangnya sosialisasi secara berjenjang dari tingkat kabupaten sampai kepada pelaksana di pekon.

“Ini jelas ada pihak yang dirugikan, karena pemilih yang mencoblos tembus simestris tersebut hampir terjadi dibanyak TPS yang melaksanakan pemilihan. Belum lagi adanya surat suara yang tergukar dengan pekon lain, dan kelebihan surat suara yang diterima oleh panitia,” kata mantan komisioner KPU Tanggamus ini.

Berita dan informasi ini sudah diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi rmollampung