Geger!! Mahasiswa Itera Meninggal Tergantung

infogeh.net, Bandar Lampung – Zahra Syifa ditemukan meninggal dalam posisi tergantung di kompleks Perumahan Jalan Karimun Jawa, Gang Wisma 1, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, yang merupakan mahasiswa Itera.

Berdasarkan data kemahasiswaan, Zahra adalah mahasiswa Program Studi Teknik Geomatika angkatan 2017 yang berasal dari Karawang, Jawa Barat.

Humas Itera, Rudiyansyah mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkan dari para dosen pengajar, Zahra adalah salah satu mahasiswa yang baik dan tidak memiliki masalah dalam perkuliahan ataupun dalam penyusunan tugas akhir selama berkuliah di Itera.

“Atas musibah yang terjadi, pihak Itera melalui perwakilan dosen Prodi Teknik Geomatika Itera turut serta mendampingi pihak keluarga di RSUDAM,” tutur Rudiyansyah, Kamis (21/1).

Terkait penyebab meninggalnya Zahra, pihak Itera masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian. Atas musibah meninggalnya Zahra, seluruh sivitas akademika Itera turut berdukacita sedalam-dalammnya kepada pihak keluarga, dan turut mendoakan semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Rektor Prof. Ofyar Z Tamin, beserta sivitas akademika ITERA menyatakan berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga atas meninggalnya Zahra Syifa,” ujarnya.

Diketahui, Zahra Syifa ditemukan tak bernyawa pada Rabu (20/1) sekitar pukul 23.30 WIB.

Mahasiswi tersebut ditemukan tak bernyawa dalam keadaan tergantung dengan kain di pintu kamarnya. Warga setempat heboh, lalu bersama dengan aparat mengevakuasi korban dari posisi tergantung.

Berdasarkan informasi yang didapat, pacar korban bernama Ivan mendapatkan balasan pesan chat dengan emoticon gantung diri. Ia pun mendatangi rumah sang pacar, hingga bersama warga sekitar mengecek Zahra. Zahra pun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito membenarkan periswita tersebut. Setelah mendapat informasi, pihaknya menurunkan anggota untuk mengecek lokasi.

“Dari pemeriksaan sementara tak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.

Dari pemeriksaan saksi dan keterangan kerabat korban, sementara Zahra nekat mengakhiri hidupnya, diduga karena depresi.

“Sementara diduga depresi,” jelasnya.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi rmollampung