Empat Pemalak di Lampung Tengah Dibekuk, Dua di Antaranya Napi Asimilasi

infogeh.net, Lampung Tengah – Tim Anti Bandit 308 Polres Lampung Tengah membekuk empat pelaku tindak premanisme, dan pemerasan yang sering beraksi di Jalan Lintas Sumatera. Bahkan, dua diantaranya adalah residivis yang baru mendapat asimilasi awal April 2020 lalu.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP Yuda Wiranegara mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma mengatakan penangkapan terhadap empat pelaku tersebut dilakukan pada Rabu, 29 April 2020 dini hari.

Penangkapan terhadap RAS, AM, YEP dan DI bermula dari keluhan para sopir yang melintas di Jalinsum bahwa mereka sering menjadi korban pemerasan. YEP residivis kasus 368 dan DI residivis kasus 365, warga Terbanggibesar yang baru mendapat asimilasi 4 April 2020 lalu. Sedangkan RAS dan AM berasal dari luar wilayah Lamteng.

Untuk menangkap para pelaku, lanjut Kasatreskrim, polisi harus melakukan penyelidikan dan penyamaran dengan cara menumpang di mobil para sopir mobil muatan. Sebab, para pelaku beraksi berpindah-pindah dan pada waktu yang acak(tak tentu).

Modus yang digunakan para pelaku juga berubah-ubah, kadang berpura-pura menjual air mineral, menawarkan pengamanan dengan memberi cap pada kendaraan atau menghentikan kendaraan yang melintas menggunakan senter agar seolah ada pemeriksaan resmu. Jika sopir menolak, para pelaku tak segan mengeluarkan senjata untuk mengancam atau melempari mobil.

“Mereka ini pola kerjanya berkelompok, berpindah, untuk mengelabui petugas patroli,” kata Kasatreskrim.

Setelah dilakukan penangkapan, disita barang bukti berupa dua unit sepeda motor untuk mengejar kendaraan korban, dua unit HP, dua Alat hisap sabu dan sisa pakai, satu sajam jenis pisau, Cap ber tulisan TJ, empat kaleng Pilok berwarna putih, dan uang Rp300.000.

“Para pelaku,  RAS, AM, YEP dan DI dijerat dengan Pasal 368 KUHP serta pelaku yang membawa Sajam ditambah dengan Pasal UU darurat no. 12 tahun 1951 dengan Laporan Polisi yang berbeda dengan Ancaman Hukuman 9  sampai 10 Tahun Penjara, ” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here