Duka! Satu Pasien Dalam Pengawasan Corona di Lampung Meninggal Dunia, Berikut Penjelasannya

infogeh.net, Bandar Lampung – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) korona atau covid-19 di Lampung Utara meninggal dunia. Pasien tersebut meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Handayani pada Kamis, 16 April 2020, dini hari.

“Benar ada warga kita masuk kategori PDP covid-19 meninggal dunia tadi malam menjelang dini hari, saat menjalani perobatan di RS Handayani. Hari ini dilaksanakan proses pemakaman dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Lampura, Maya Meitisa, Kamis.

Menurut Maya, yang juga anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Lampura tersebut, proses pemakaman dilaksanakan di tempat pemakaman yang telah disediakan pemerintah daerah di Kecamatan Blambangan Pagar. Ia memastikan pemulasaran jenazah dilakukan sesuai protokol kesehatan diarahkan pemerintah di Ryacudu Kotabumi.

“Berdasarkan informasi tim, pasien sempat dilakukan rapid tes dan hasilnya negatif. Tapi sebagai langkah antisipasi kami mengambil swab dari hidung dan tenggorokan, dan saat ini telah dikirim ke provinsi untuk uji lab di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Palembang, Sumsel,” terangnya.

Ia menambahkan, pasien sebelumnya sempat melakukan perjalanan ke wilayah endemik wabah korona. Saat menjalani perawatan, pasien mengalami pheneumia berat. “Jadi pasien itu sebenarnya sudah berobat ke beberapa klinik sebelum dilarikan ke rumah sakit. Disana tidak ada gejala mengarah covid-19, namun saat di rumah sakit gejala itu timbul,” tambahnya.

Diketahui almarhum adalah staf honorer UPTD Jalan di Bidang Bina Marga PUPR Lampung Utara. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Syahrizal Adhar. Menurutnya berdasarkan informasi almarhum bersama suaminya sempat pergi ke Jakarta untuk keperluan usaha sampingan.

“Kebetulan ada usaha sampingan bisnis jualan ban. Pada Selasa, 13 April 2020, almarhumah pulang bersama suami. Tapi tidak ada kontak langsung dengan anak dan keluarga lain di kediamannya. Dan diketahui juga pernah berstatus orang dalam resiko (ODR) atau pelaku perjalanan, sebelumnya beliau juga pernah mengeluhkan sakit kepala seperti gejala vertigo. Sehingga oleh pihak PUPR untuk di rumahkan guna langkah antisipasi,” tambahnya.

Ia menambahkan, pasca kejadian tersebut dilaksanakan penyemprotan disinfektan di kantor Dinas PUPR setempat. Guna mengantisipasi penyebaran kasus covid-19, “Sebagai antisiapasi kita melakukan penyemprotan disinfektan hari ini,” pungkasnya.

Berita dan Informasi ini sudah diterbitkan dihalaman resmi lampost.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here