oleh

Duh Ada Oknum PNS Bappeda Akui Bermain Proyek di Lampung Utara, Begini Penjelasannya

infogeh.net, Lampung Utara – Dihadirkan menjadi saksi di persidangan suap fee proyek Lampung Utara (Lampura), Icen Mustofa saksi yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bappeda Lampura mengaku terlibat dalam permainan proyek. Pengakuan ini terungkap dalam persidangan, Senin (29/4).

JPU KPK Ikhsan Fernandi menanyakan perihal bagaimana kronologis Icen dapat bermain proyek di kabupaten tersebut.

Mendapat pertanyaan itu, Icen berkilah bahwa dirinya tidak pernah sama sekali mengerjakan proyek. Tetapi, memberikan fee itu di tahun 2014. “Waktu itu Akhyar menghubungi saya dan menawarkan pekerjaan di Dinas PUPR, waktu itu belum dijelaskan pekerjaan itu mencakup apanya, Akhyar bilang ada pekerjaan senilai Rp1 miliar,” jelasnya.

Lalu, kata dia, agar bisa memperoleh pekerjaan itu dirinya harus membayar kewajiban setoran fee sebesar 23 persen. Dan dirinya wajib menyetor dana sebesar Rp200 juta kepada Akhyar di tahun 2014.

“Dan saya sanggupi saja. Karena dia yang mengerjakan. Saat itu saya dijanjikan untung sebesar Rp150 juta,” katanya.

Icen pun menjelaskan bahwa Akhyar mengerjakan proyek tersebut menggunakan perusahaan milik Hendra Wijaya dengan perjanjian peminjaman perusahaan sebesar 1 persen. “Kami ini memang tetangga dengan Hendra Wijaya di Kotabumi,” jelasnya.

Setelah pekerjaan itu selesai, dirinya dihubungi lagi oleh Akhyar bahwa pekerjaan yang telah selesai itu telah mendapatkan temuan dari BPK dimana pekerjaan tidak sesuai. “Nah jadi saya diminta lagi menyerahkan uang sebesar Rp120 juta. Jadi untungnya hanya Rp30 juta,” jelasnya.

Lalu di tahun 2015, dirinya pernah kembali meminjamkan uang sebesar Rp127 juta untuk membayar fee ke Syahbudin. “Nah, waktu itu saya dijanjikan keuntungan 12,5 persen dengan nilai pagu proyek sebesar Rp600 juta. Saya dapat keuntungan Rp75 juta dan satu persen sebesar Rp6 juta untuk perusahaan Hendra,” bebernya.

Komentar

Berita Terkait