Diduga, Langgar UUD ITE. Siswi SMA Kebangsaan Lamsel, Terancam Hukuman Empat Tahun Penjara

 

LAMPUNG SELATAN, ZL – Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) hingga kini, terus melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus penyalahgunaan media sosial (medsos) yang dilakukan oleh THK (17) terhadap Sariyanti (28) warga Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lamsel pada 30 desember 2019 lalu.

Mengenai kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan siswi SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan Lamsel itu. Korps bhayangkara ini memastikan, akibat perbuatan warga Dusun Umbul Keong II (dua) Desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo ini, maka bakal terancam hukuman empat tahun penjara.
“Itu kalau terbukti benar ada unsur pidana, maka konsekuensinya ancaman kurungan penjara berdasarkan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008,” ujar Kasat Reskrim AKP Try Maradona, mewakili Kapolres

Lamsel AKBP Edi Purnomo, kepada wartawan Zona Lampung “Group” ketika ditemui diruang kerjanya, belum lama ini.
Alhasil, setelah nantinya dilakukan pemeriksaan terhadap dia (THK Red) dan terbukti benar mengandung unsur pidana. Mantan Kasat Reskrim Polres Kota Metro ini menambahkan, pihaknya terlebih dahulu mengambil langkah rembuk pekon, mengingat THK merupakan anak dibawah umur dan statusnya tercatat sebagai pelajar di SMA Kebangsaan.

“Artinya, terlebih dahulu kami menyarankan untuk melakukan perdamaian, namun jika tidak juga membuahkan hasil apa boleh buat kami akan proses sesuai prosedur,” ungkapnya.

Yang jelas, untuk saat ini kata perwira pertama dengan tiga balok kuning yang menempel dipundaknya itu menjelaskan. Pihaknya sedang melakukan pendalaman terkait laporan korban (Sariyanti red) pada 31-12-2019 lalu, dengan nomor Laporan Polisi (LP)/B-774/XII/2019/Res-

LAMSEL/SPKT. Atas dasar dugaan pencemaran nama baik terhadap Sariyanti melalui medsos FACEBOOK milik THK yang berbunyi “Penipu Garis Keras”.
“Pada intinya, mengenai penanganan kasus ini terus berlanjut, secepatnya kami akan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa dan mengumpulkan bukti-bukti lainnya,” pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan, siswi SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Tara Husnul Khotimah (17), dilaporkan kepolres Lampung Selatan (Lamsel), pada selasa (31/12/2019) pukul 10. 00 WIB.

Tara yang diketahui merupakan putri dari pasangan suami isteri (Pasutri) Moh. Suprio dan Rini, warga Dusun Umbul Keong II, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel ini, dilaporkan setelah sebelumnya memposting di-Media Sosial (Medsos) melalui Facebook (FB).

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Ini sebagai bukti bahwa sariyanti adalah penipu garis besar. Lokasi kec. Sidomulyo LAMPUNG SELATAN”.

Sementara, postingan lainnya berbunyi – “@sariyanti_novelis. Alhamdulillah ruko yang selama ini digadaikan oleh penipu ulung ini telah kami gembok”. Demikian bunyi kalimat postingan yang dilakukan Tara Husnul Khotimah.

Tak hanya, memposting kalimat tersebut, Tara bersama kakak kandungnya Regita Octavia Wulandari, berpose dihalaman Rumah Toko (Ruko) didepan lapangan Sidomulyo, kecamatan setempat. Keduanya, menjajakan wajah yang sangat sumringah, pada poto tersebut, dipoto itu tak ketinggalan Tara menuliskan ucapan yang berbunyi. “Foto untuk kemenangan!!!”.
Merasa telah dirugikan terhadap dirinya, Sariyanti yang diketahui warga Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel itu melaporkan hal tersebut, ke-Polres setempat, pada selasa (31/12/2019).

Menurut, Sekretaris DPC Bagian Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Lamsel ini, laporan terhadap Tara, yaitu atas dasar pencemaran nama baik terhadap dirinya.

“Yang jelas saya merasa dirugikan oleh dia (Tara red), dengan menyebutkan bahwa saya seorang penipu garis keras. Oleh sebab itu, besar harapan saya pihak kepolisian segera mengambil sikap tegas mengenai laporan saya ini,” terang Sariyanti kepada media “Zona Lampung” Group. Pada (6/1/2010).

Sementara itu, Rini (45) yang merupakan orang tua Tara Husnul Khotimah, ketika, dikomfirmasi melalui pesan whats appnya, enggan berkomentar banyak terkait laporan terhadap putrinya tersebut. Wanita paru baya yang berprofesi sebagai tenaga bidan di Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo ini, Rencananya akan mengambil langkah hukum yakni melaporkan Sariyanti kepihak berwajib.

“Biar kita laporan juga tentang penipuan yang dilakukan Sariyanti, tentang Akademi Kepolisian dan pemalsuan sertipikat putra terbaik yang tandatangan gubernur adalah palsu, biar semua kebuka.” demikian balasan pesan singkat whatsapp, Rini kepada wartawan. (Habibi)

4 COMMENTS

  1. zona lampung.co ga usah bawa nama nama SMA itu yang di buat THR masalah pribadi jadi jangan bawa bawa nama lembaga, ada 3 kalimat SMA kbs di situ. Mencoreng nama baik SMA

  2. Harusnya nama lembaga pun di samarkan
    Logika nya gini, ini kan masalah pribadi, jadi masuk nya ke perdata
    Kalo perdata nggk boleh bawa nama” lembaga, nama terduga aja pake inisial, masa nama lembaga nya di paparkan dgn jelas ini ada pencemaran nama lembaga dong.

  3. Harusnya nama lembaga pun di samarkan
    Logika nya gini, ini kan masalah pribadi, jadi masuk nya ke perdata
    Kalo perdata nggk boleh bawa nama” lembaga, nama terduga aja pake inisial, masa nama lembaga nya di paparkan dgn jelas.

  4. Maaf, saya hanya ingin bertanya, apakah diperbolehkan menyebut identitas pelaku yang masih dibawah umur? Ditambah mengaitkannya dengan pihak yg sebenarnya tidak terkait sama sekali?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here