Diduga ilegal, tambang batu emas di Kecamatan Katibung. Dipasang garis police line, oleh Tim Inafis Polres Lamsel

Lampung Selatan, ZL – Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) akhirnya menurunkan timnya, kelokasi tambang batu emas logam mulia diwilayah Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kemarin (6/2/2020).
Kedatangan tim inafis satuan reserse kriminal (Reskrim) Lamsel ini, kelokasi tambang emas logam mulia tersebut, tak lain menindaklanjuti adanya pemberitaan dimedia cetak maupun media online beberapa waktu lalu. Bahwa, didaerah tersebut maraknya tambang batu emas logam mulia yang diduga illegal.
“Intinya kami kesini melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran, soal adanya kegiatan tambang emas yang diduga ilegal,” ujar KBO Reskrim Polres Lamsel, IPTU Revri Agustian mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo kepada wartawan.
Perwira pertama dengan dua balok kuning yang menempel dipundaknya itu mengatakan, mengenai hasil pemeriksaannya sejauh ini korps bhayangkara itu belum bisa menjelaskan secara pasti apakah ada pelanggaran atau mengandung unsur tindak pidana. “Sedang diperiksa, belum tahu hasilnya seperti apa,” ungkapnya singkat.
Yang jelas, tambah mantan Pjs. Kapolsek Kecamatan Merbau Mataram Lamsel ini, dilokasi tempat pengolahan batu logam emas mulia, milik Hi. Nanang yang terletak di Desa Sidomekar Kecamatan Katibung Lamsel itu telah dipasang garis police line oleh polisi.

Baca Juga Yuk :  Perangkat OPD Lamsel, Layani Masyarakat Usai Musrenbangcam Kecamatan Tanjung Bintang


Pantaun media dilokasi, ada beberapa alat-alat milik pengusaha tambang batu emas logam mulia yang diduga untuk kegiatan pengolahan batu emas, beserta bongkahan batu hasil pengerukan penambang, dibawa oleh pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Artinya, pemeriksaan ini sedang dalam tahap penyelidikan (Lid), sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apakah ada pelanggaran atau tidak, karena akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada pimpinan untuk dilakukan gelar perkara,” tutupnya.
Sekedar diketahui, pemeriksaan tambang batu emas logam mulia ini tak hanya milik Hi. Nanang, namun tambang batu emas milik Dedi, di Dusun Sukabanjar Desa Tarahan, tak luput dari pemeriksaan petugas. Tim pemeriksaan ini merupakan tim gabungan Polres dan Polsek Katibung.
Diberitakan sebelumnya, informasi yang berhasil dihimpun media, untuk luas lahan tambang batu emas tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih sekitar 1 hektar (ha), dipastikan ada sekitar belasan lubang yang telah digali oleh para penambang, dimana pelaksanaan penggerukan tambang tersebut menggunakan mesin.
Penanggung jawab kegiatan tambang logam mas, Hi. Nanang (40) ketika ditemui dilokasi membenarkan jika usaha tambang mas tersebut merupakan illegal. “Iya memang benar izin-izinnya tidak ada,” terang Nanang kepada wartawan, pada (31/2/2020). (Raka/Hbb)

Baca Juga Yuk :  Sadis! Tewasnya Seorang Ibu di Way Galih Bukan Karena di Begal Tapi Dibunuh Suami Sendiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here