Cegah Oplosan, Imron : Minyak Jelantah Sebaiknya Dijadikan Biodiesel, Kami Siap Menampung

infogeh.net, Bandar Lampung – Minyak jelantah atau minyak bekas pakai dapat diolah menjadi bahan pelumas otomotif atau bahan campuran biodiesel, guna mencegah para produsen nakal mencampurnya dengan minyak goreng curah untuk dijual kembali.

“Bahan pelumas ini bisa mencapai harga Rp 50 ribu per liternya,” ujar Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin kepada pers di Jakarta, Jumat (11/3).

Sayangnya, banyak produsen memilih mencari keuntungan cepat meski melanggar hukum dan membahayakan kesehatan dengan mengoplos minyak jelantah ke minyak curah untuk dikonsumsi kembali.

“Pengusaha lebih melirik yang instan seperti mencampurkan minyak jelantah ke dalam minyak curah. Praktik seperti ini kan hanya membutuhkan waktu 24 jam dan langsung mendapatkan untung,” ungkapnya.

Ahmad menambahkan perlunya larangan peredaran minyak jelantah di masyarakat. Sebab, minyak jelantah dapat mengakibatkan banyak penyakit dan mencemari lingkungan.

“Penyakit yang ditimbulkan antara lain gangguan fungsi ginjal, hipertensi, dan stroke. Sementara dari segi lingkungan, akan menyebabkan minyak jelantah mengkontaminasi tanah dan air serta terakumulasi di badan-badan air terutama kawasan muara,” ujarnya.

Terkait hal ini, Koordinator Gerakan Menabung Jelantah Lampung, Imron Rosadi menyampaikan bahwa minyak jelantah atau Minyak Goreng yang sudah dipakai berkali-kali bisa menyebabkan resiko buruk pada kesehatan manusia jika dikonsumsi dan dapat merusak lingkungan jika dibuang sembarangan. Untuk itu, dia bersama para relawan Gerakan Menabung Jelantah (GMJ) se Lampung berupaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi minyak jelantah dan jangan dibuang. justru minyak jelantah bisa menjadi nilai ekonomis jika diolah kembali menjadi biodiesel.

“Kami berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya di propinsi Lampung untuk tidak mengonsmsi minyak jelantah yang telah digunakan berkali-kali. Jangan dibuang juga, nanti bisa merusak lingkungan. Kumpulkan dulu, nanti kami siap tampung dan nanti kami beli untuk kami olah menjadi biodiesel. Ini akan menjadi tambahan nilai ekonomis bagi rumah tangga.” ujarnya pada wartawan infogeh.net.

Dia menambahkan bahwa untuk produksi biodiesel bekerjasama dengan perusahaan di Singapura. jadi teknisnya nanti ditampung di gudang, setelah cukup nanti dikirim lewat jalur laut.

“Ibu-ibu bisa menggunakan pola menabung jelantah. Teknisnya bisa ditampung di botol, nanti bisa dikumpulkan dengan koordintor di daerahnya masing-masing. Setelah cukup, kami ambil dan bayar. Minyak ini akan kami olah menjadi biodiesel berkat kerjasama kami dengan perusahaan di Singapura. Maka, memang mesti cukup volumenya sehingga bisa efektif dengan biaya transportasi.” tandasnya.

sebagian berita sebelumnya dimuat di sini