oleh

Berikut Keluh Kesah Mahasiswa Ketika Melaksanakan Kuliah Online (Daring)

infogeh.net, Bandar Lampung – Kegiatan belajar mengajar (KBM) melalui sistem daring atau online saat ini tengah gencar, diterapkan sekolah dan perguruan tinggi di masa wabah virus corona.

Ini diterapkan untuk menghindari tatap muka, dan berkerumun di kelas yang justru mempermudah penyebaran virus covid-19. Namun, tak jarang mahasiswa menemui kendala ketika menjalani kuliah online.

Seperti yang diungkapkan oleh mahasiswi Universitas Lampung (Unila) Mutia Lutfi, dia mengaku mengalami kesulitan dalam mengalami perkuliahan online.

Selain karena terkendala jaringan internet yang lelet juga pada materi yang dipelajari membuatnya terkadang gagal paham. Terutama dirinya merupakan jurusan matematika.

“Kesulitan sih pasti ada, terutama pas dosen kasih materi terus langsung kasih tugas. Jadi kita nggak paham materi. Aku jurusan matematika, kadang bingung kalau penjelasannya diketik, apalagi kalau ada lambangnya. Meski kadang dosen juga kasih penjelasan melalui pesan suara.

Terus kadang juga tugasnya langsung dikumpul saat itu juga, kan kadang jaringan suka nggak bersahabat,” terangnya. Tak jarang karena kendala ini, dirinya kedodoran mengumpulkan tugas.

Mahasiswi lainnya, Shofiyyah Sayuti mengatakan, kuliah online yang saat ini ia lakukan sangat ampuh untuk menerapkan social distancing, karena jika kuliah offline tetap dilakukan dikhawatirkan akan mempercepat penyebaran covid-19. Namun, di balik kuliah online, menurutnya ada kesulitan tersendiri, seperti dosen hanya memberikan materi, meskipun ada juga dosen yang mengirimkan voice note (pesan suara) untuk menjelaskan materi tersebut.

“Jadi menurut aku kurang efisien kalau cuma kasih materi tanpa video pembelajarannya juga. Dan kalau kuliah online ini juga kasihan yang tinggal agak jauh dari kota yang juga susah sinyal, karena waktu itu banyak teman-teman aku juga yang telat mengumpulkan kuis online karena di daerahnya susah sinyal.

Tapi kalau tugas nggak masalah, kadang ada dosen yang belum menjelaskan, tetapi tiba-tiba kasih tugas,”katanya. Ia juga berharap, pihak kampus bisa memberikan kuota untuk paket edukasi pembelajaran daring tersebut dari semua provider.

Terpisah, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila M. Komarudin, mengungkapkan, pihaknya telah bekerja sama dengan dua provider besar untuk menyediakan kuota guna penerapan pembelajaran daring tersebut. Pengguna dua provider tersebut cukup banyak di kalangan mahasiswa.

“Jadi kita sudah bekerja sama dengan dua provider besar. Jadi gratis 30 GB untuk mengakses virtual class Unila, maupun virtual conference Unila. Jadi mahasiswa tinggal membeli paket provider tersebut.

Untuk yang lain, ya kita lihat kondisi dan penggunanya. Karena sementara ini dominan penggunanya dari sisi mahasiswa, dua provider tersebut,”pungkasnya.

Berita dan Informasi ini sudah diterbitkan dihalaman resmi radarlampung.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait