Begini Kisah Pemulung Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Korona Menjelang Bulan Puasa

infogeh.net, Bandar Lampung – Sejumlah pemulung tampak tetap memilah sampah di berbagai sudut di Kota Bandar Lampung. Mereka mengaku mendekati bulan suci ramadan makin merana, apalagi di tengah wabah pandemi korona saat ini.

Bahkan, tak sedikit dari mereka mangaku khawatir jika terpapar covid-19 dari sampah yang dipungut dari berbagai tempat. Namun, mereka harus tetap melakukannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warno (45), seorang pemulung di Kedaton Bandar Lampung, saat ditemui lampost.co, Kamis, 23 April 2020, sedang beristirahat untuk melanjutkan perjalanan mencari barang bekas atau sampah, dirinya bersama rekan yang lain mencari barang yang bisa dijual kembali untuk makan sehari-hari.

Dengan menggunakan pakaian dan masker yang lusuh. Meskipun tidak layak untuk kesehatan, namun setidaknya mampu menahan debu dari kendaraan yang melintas.

“Sudah hampir 25 tahun saya menjadi pemulung baru kali ini merasa sulit sekali mencari barang yang untuk dijual kembali untuk makan sehari. Apalagi sekarang semakin banyak pemulung yang keluar mendekati bulan suci,” ucap Warno.

Meski menjadi pemulung bukan cita-citanya, namun karena keadaan yang memaksa ia untuk menjadi pemulung setiap harinya. Saat lampost.co bertanya soal korona atau Covid-19 dahi dan wajahnya berubah menjadi mengerut dan sedih.

“Mau bagaimana lagi sudah terbiasa di jalanan. Setiap harinya sebelum ada korona sehari saya bisa mendapatkan Rp75 ribu, tapi sekarang dapat Rp15 ribu sehari saja alhamdulillah. Sudah bisa makan sekali, bahkan saya pernah sampai tidak mendapatkan barang dan tidak makan dalam seharian,” keluhnya.

Sementara Enung (38), salah satu pemulung lainnya, mengatakan jika pandemi korona pendapatan mereka turun drastis. Tetapi ia bersyukur dengan adanya bantuan dari pemerintah dan sejumlah relawan yang membantu keadaan ekonomi mereka saat ini.

“Semenjak adanya korona, semakin banyak relawan yang memberikan bantuan kepada kami pemulung, tak hanya pemerintah saja yang bergerak hatinya,” cap Enung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here