Akibat Pandemi ! Warga Bumijaya Ciptakan Peci Pelepah Pinang

infogeh.net, Lampung Barat – Pandemi covid-19 membuat banyak orang harus kehilangan pekerjaan dan sumber mata pencarian. Hal itu yang juga dirasakan Robiyanto (39) warga Pekon Bumijaya, Kecamatan Sukau, Lampung Barat.

Bapak satu anak asal Palembang ini sebelumnya merupakan pedagang tembakau keliling. Tetapi, sejak wabah virus korona melanda, ia terpaksa berhenti berdagang karena situasi pasar yang kian sepi akibat kekhawatiran masyarakat terhadap paparan penyakit.

Kendati kehilangan mata pencarian, kebutuhan rumah tangga tetap menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu ia pun setiap hari hanya bisa pergi ke kebun untuk mengurus tanaman. Namun, ternyata dari rutinitas itu Robi memiliki ide dari limbah pelepah pinang tua yang berjatuhan di area perkebunan.

Mulanya dia memungut pelepah pinang sambil berpikir agar bisa diolah hingga bermanfaat. Hingga akhirnya terbesit dalam pikirannya untuk membuat peci. Produk peci yang dibuatnya pun niatnya hanya untuk dipakai pribadi. Namun, ternyata saat dia menghadiri hajatan ada temannya yang tertarik dengan peci tersebut. Dengan rekannya yang memaksa untuk meminta peci itu, produk ciptaannya itu pun akhirnya diberikan secara cuma-cuma.

“Saya malu mau kasihnya, karena peci yang dibuat pertama kali itu masih sangat natural dan sederhana sekali belum ada kombinasinya sama sekali,” ungkapnya.

Untuk itu, dia kembali membuat peci baru dengan bahan yang sama. Kali ini dia buat dengan tambahan corak dan dikreasi model celugam. Produk itu ternyata kembali menarik perhatian orang lain.

Hal tersebut akhirnya memunculkan inisiatif untuk membuat peci berbahan baku pelepah pinang dengan motif khas, seperti celugam, tapis, dan siger. Kreasi itu terus ditekuni setelah ada orang yang memesannya pada 6 Desember lalu. Sejak saat itu informasi produk peci berbahan pelepah pinang tersebar. “Sekarang banyak pemesan dari luar kota secara online,” kata dia.

Untuk harga, lanjut dia, terbagi menjadi tiga yang terdiri dari model eksklusif pada motif celugam, tapis dan siger dipatok Rp70 ribu diluar ongkos kirim. Kemudian model natural Rp50 ribu dan motif polos Rp35 ribu.

“Agar mudah dikenal, maka usaha ini diberi nama Pondok Kreasi Pelepah Pinang Robiyanto,” kata dia.

Suami Romzanah itu memiliki keinginan untuk mengajak warga sekitar berkreasi mengembangkan produk pelepah pinang dilingkungan sekitarnya sehingga suatu saat pekon tersebut dapat dikenal sebagai desa kreatif.

Untuk itu ia berharap, Pemkab Lambar pun dapat memfasilitasinya. Sebab hasil kerajinan ini memiliki potensi menambah pendapatan. Ke depan selain peci, ia juga berencana akan mengembangkan produksinya dengan membuat kerajinan tas, pas bunga, kotak tisu dan lainnya dari pelepah pinang. Sebab, produk dari pelepah pinang ini memiliki keunikan tersendiri.

Hal itu dibuktikan dari konsumennya yang tidak hanya dari Lambat saja. Namun, terkirim pula hingga ke luar daerah, seperti ke Pematang Siantar, Sumatera Utara, Bandar Lampung, Kotabumi, Jakarta, dan Nusa Tenggara Barat.

“Saat ini kami masih melayani pemesanan dari NTB dan Jakarta. Proses pembuatan sehari hanya mampu 5-7 peci, karena proses pengerjaanya masih manual. Apalagi usaha ini baru berjalan 2 bulan,” kata Robi.

Namun, dengan perkembangannya diharapkan bisa membeli alat pendukung agar produksinya lebih cepat, seperti mesin jahit, mesin potong dan lainnya. Sebab, usaha itu menciptakan lapangan kerja dengan modal yang terjangkau.

“Ke depan berencana akan mengajak warga sekitar untuk turut memproduksinya karena potensinya tinggi. Jika ada warga lain yang ikut memproduksi, saya tidak khawatir dengan bahan baku. Artinya di wilayah Sukau dan Lambar saja cukup banyak. Bahkan dari Lampung Utara juga ada gambaran potensi pelepah pinang,” kata dia.

Berita dan informasi ini diterbitkan terlebih dahulu dihalaman resmi Lampost