Viral, 2 Bocah Perempuan Baku Hantam, Apa Masalahnya?

infogeh.net, Nasional – Viral 2 Remaja di Bawah Umur di Kobar Baku Hantam Gara-Gara Rebutan Pacar
Konten ini diproduksi oleh InfoPBUN
Remaja berinisial M menuduh T merebut pacarnya, karena merasa tidak terima akhirnya M dan T bertemu, alih-alih menyelesaikan perselisihan malah saling adu jotos dan adu mulut.
Viral 2 Remaja di Bawah Umur di Kobar Baku Hantam Gara-Gara Rebutan Pacar
3 remaja berinisial T,M dan B memilih untuk menyelesaikan kasus dengan berdamai di Polres Kotawaringin Barat. Foto: IST
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT- Masyarkat Kotawaringin Barat terutama di jagat maya dihebohkan dengan rekaman aksi perkelahian dua remaja perempuan dibawah umur. Keduanya bangku hantam diduga hanya lantaran masalah sepele gegara rebutan pacar .

Dalam video pendek berdurasi 16 detik, tampak lokasi perkelahian di jalan Sampuraga Baru, Kelurahan Madurejo, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Sabtu, (03/04). Keduanya saling adu jotos dan sambil meneriakan kata-kata kasar. Sementara beberapa teman mereka di lokasi hanya menyaksikan kejadian tersebut.

 

Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Devy Firmansyah melalui, Kasatreskrim AKP Rendra Aditia Dhani, mengungkapkan kronologi kejadian bermula dari dua remaja berinisial M (16) menuduh T (16) merebut pacarnya, karena merasa tidak terima akhirnya M dan T bertemu di jalan Sampuraga Baru, alih-alih menyelesaikan perselisihan malah saling adu jotos dan adu mulut.

Sebelum memulai perkelahian tersebut teman mereka berinisial B(15), diminta untuk merekam aksi kedua remaja tersebut dengan tujuan siapa yang kalah dan siapa yang menang. Namun, video berdurasi 16 detik tersebut tidak sengaja di upload di status WA miliknya sehingga video tersebut viral.

“Kedua remaja tersebut sudah berdamai, sudah menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dengan didampingi keluarga masing-masing, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tidak terpuji tersebut,” ujar Rendra.

Mengingat kedua remaja tersebut masih dibawah umur, Rendra menekankan agar pengawasan terhadap anak terus ditingkatkan. Sebab kesalahan seperti kasus tersebut dinilai bukan sepenuhnya kesalahan anak namun perlunya pengawasan lebih dari orang tua.

“Kesalahan anak tidak seutuhnya kesalahan anak tetapi juga merupakan kurangnya pengawasan orang tua dan lingkungan, jadi harapannya mari bersama-sama untuk mendidik anak ini baik dari keluarga, lingkungan, dan masyarakat umum,” tandasnya.

Artikel ini sebelumnya sudah pernah dimuat [Disni]